Kemenlu Kesulitan Cari Penerjemah untuk Presiden

Misbahol Munir, Jurnalis
Kamis 23 Februari 2012 20:24 WIB
Marty Natalegawa
Share :

JAKARTA- Menteri Luar Negeri (Menlu) Marty Natalegawa menyatakan kebutuhan tentang tenaga penerjemah merupakan kebutuhan nyata. Soal tenaga penerjemah itu, kata Marty, telah lama disampaikan oleh Presiden.

"Soal kebutuhan penerjemah, sesuatu yang presiden sampaikan pada kesempatan terdahulu. Ada proses tindak lanjut dalam proses jangka pendek maupun jangka panjang. Untuk persiapkan tenaga penerjemah, baik untuk Kemlu maupun lebih luas, kebutuhan nyata dan riil," ujar Marty kepada wartawan usai mengikuti Pengarahan SBY pada Rapat Kerja 2012 Kementerian Luar Negeri dengan Perwakilan RI di Luar Negeri di Ruang Nusantara, Kemlu, Jalan Taman Pejambon, Jakarta, Kamis (23/2/2012).

Menurutnya, kebutuhannya itu terhadap semua bahasa namun yang lebih utama adalah bahasa yang resmi dipakai dalam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Selain bahasa PBB bahasa yang biasa dipakai dalam Asosiasi Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN).

"Persoalan bahasa PBB, Mandarin, Inggris, Arab, Rusia. dan bahasa Asean lainnya. Sedang ada proses namun pengetahuan bahasa tidak bisa dihindari," jelasnya.

Saat ditanya apakah sebelumnya pernah terjadi kesalahan fatal dalam hal diplomasi yang didampingi oleh tenaga penerjemah asing. Menurutnya hal itu belum pernah terjadi namun, pembangungan pusat pelatihan penerjemah ini untuk mengantisipasi hal demikian.
"Tidak pernah, ini pencegahan. Dari aspek kepatutan, supaya kesetaraan bahasa setempat, masa kita bahasa Inggris. Azas kepatutan," kata dia.

Dia menjelaskan Pusat Pelatihan Penerjemah itu tidak hanya pandai dalam menerjemah semata melainkan juga mengetahui tentang sikap dalam menerjemah. Di samping itu pula, kata Marty, tenaga penerjemah juga harus mengetahui tentang politik Luar Negeri.

"Dalam arti kata, bahasa ini tidak hanya berbahasa tetapi juga temperamen, tidak harus temperamen khusus. Harus tahu politik Luar Negeri. Perlu perhatian," tandasnya.

(Stefanus Yugo Hindarto)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya