JAKARTA - Korban luka akibat bentrok warga di ibu kota Kabupaten Jaya Wijaya, Wamena, sebanyak tujuh orang.
Selain tiga anggota TNI, ada tiga polisi Polres Jaya Wijaya yang menderita luka pukulan benda tumpul dan sabetan senjata tajam. Satu korban lagi adalah wakil Bupati Jaya Wijaya Jhon Richard Banua.
“Dari kasus tersebut satu MD (meninggal dunia) ajudan wabup, luka sebanyak tujuh, termasuk wabup,” ujar Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Saud Usman Nasution di Mabes Polri, Kamis (23/2/2012).
Tiga personel Sabhara Polres Jaya Wijaya yang luka adalah Bripka Mahfud Amri, Brigadir Sunarto, dan Briptu Yanto Omopa.
Saud menjelaskan Pos Polisi Sinagma diserang setelah salah satu kelompok menerima kabar bahwa orang yang menganiaya rekan mereka sudah diamankan polisi sekira pukul 15.00 WIT.
“Kemudian beredar isu di kalangan masyarakat bahwa yang memalak itu sudah diamanakan di Pospol Sinagma, sehingga 200 orang lebih datang ke pospol cari pelaku tadi. Oleh petugas kepolisian di sana, sudah disampaikan pelaku belum diketahui,” jelas Saud.
Namun massa tidak menerima bahkan menuduh polisi menyembunyikan pelaku. Akhirnya ada provokasi agar massa menyerang polisi.
Sekira jam 16.00 WIT Bupati Jaya Wijaya Jhon Wempy Wetipo mendatangi lokasi sekaligus menenangkan massa. Tak lama kemudian datang Jhon Richard Banua beserta tiga ajudannya.
Akan tetapi rombongan wakil bupati malah diserang massa.
Saud memastikan akan proses hukum terkait kekerasan ini, namun pihaknya masih menunggu situasi benar-benar kondusif. “Coba persuasif dulu biar tidak timbul hal-hal yang tidak diinginkan,” ungkapnya.
(Dian AF)