Korban Terbawa Angin kemudian Terhempas ke Tanah

Dearwiaty, Jurnalis
Sabtu 25 Februari 2012 21:08 WIB
Evakuasi korban tewas puting beliung di Sidrap (Foto: warga Sidrap)
Share :

SIDRAP - Terjangan angin puting beliung yang menyapu Kelurahan Wette'e, Kecamatan Pancalautan dan Desa Elle Salemoe, Kecamatan Tellu Limpoe, Kabupaten Sidrap, merusak sedikitnya 72 rumah warga.
 
Sebanyak 52 rumah di antaranya ambruk rata dengan tanah, sementara 20 rumah lainnya.

Bencana tiupan angin terburuk di Kabupaten Sidrap tersebut juga menyebabkan 57 orang menderita luka, 40 di antaranya mengalami luka serius karena tertimpa reruntuhan bangunan yang tersapu angin puting beliung.

Data korban jiwa sempat simpang siur, namun korban tewas dipastikan tiga orang salah satunya adalah Lina (30) yang sedang hamil tujuh bulan. Lina tewas setelah tubuhnya ditimpa perahu dan balok rumah.

Rosi (60), korban tewas lainnya, sempat terseret dan terbawa pusaran angin sebelum terhempas di tanah.

Korban lainnya bernama Janggo Sana (60), tewas tertimpa reruntuhan bangunan rumah yang sebagian besar terbuat dari kayu.

Nurnia, salah seorang yang rumahnya ambruk, mengatakan peristiwa tersebut berlangsung sangat cepat. Sebelum kejadian, warga Wette'E sempat melihat dua pusaran angin yang terlihat seperti turun dari gumpalan awan.

Pukul 14.00 Wita pusaran angin disertai suara gemuruh mengelilingi perkampungannya sebelum menyapu seluruh rumah warga.

“Saya baru saja akan pulang ke rumah saat angin sudah mengangkat dan menghempaskan rumah saya. Tidak ada yang tersisa. Rumah saya hancur. Tapi yang saya syukuri karena semua keluarga saya selamat,” tuturnya.

Salah seorang korban bernama Syukur, yang mengalami luka serius pada bagian wajahnya, mengisahkan dia baru saja sampai di rumah usai mencari ikan di Danau Sidenreng.

Berniat melepas letih, tiba-tiba Syukur merasakan rumahnya seperti melayang dan dihempas dengan keras ke tanah. “Saya berusaha menyelamatkan diri ke bawah kolong rumah, tapi tangga rumah ikut terangkat dan menghantam bagian wajah saya,” jelasnya.

Sementara Dandim 1420 Letkol Arm Budi S, saat memimpin anggota TNI dan sejumlah Tim SAR dari Yayasan Baramuli Kabupaten Pinrang mengatakan jumlah personil sebanyak 20 orang yag diturunkan sesaat setelah kejadian, pihaknya terus melakukan penyisiran. Dilaporkan masih ada tiga warga yang hilang. Korban luka dirawat di RSU Nene Mallomo.

“Untuk memaksimalkan pencarian korban yang tertimbun reruntuhan puing bangunan, kami menambah jumlah personel sebanyak 80 orang, dibantu Tim SAR,” katanya.

Penyisiran yang berlangsung sekira empat jam membuahkan hasil. TNI dan Tim SAR menemukan tiga warga yang tertimbun dibalik reruntuhan bangunan selama hampir 13 jam. Korban yang rata-rata berusia lanjut itu berhasil diselamatkan meski mengalami luka serius di kaki dan tangan. Tiga korban yang ditemukan pagi kemarin dalam keadaan selamat di antaranya Nonci (60), Sakka (48), dan I Nikmang (45).

Kepala Basarnas Kabupaten Sidrap Abdul Rasyid mengatakan pihaknya terus melakukan pendataan terkait korban baik yang kemugkinan masih bertambah.

“Pendataan terus kamu lakukan untuk memastikan informasi yang valid,” tegasnya.

(Dian AF)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya