TUBAN - Kasus gizi buruk nampaknya masih banyak terjadi dan belum menjadi perhatian serius bagi pemerintah Indonesia. Kali ini kasus gizi buruk menimpa Febri Nur Aini (5) asal Desa Penambangan, Kecamatan Semanding, Tuban, Jawa Timur.
Balita anak kedua yang lahir dari pasangan Nuryanto Eko (33) dan Ngasumini (32) hanya memiliki berat badan 3,5 kilogram sama seperti saat dilahirkan. Ironisnya, orangtua Febri yang hanya bekerja sebagai buruh bangunan tak mampu berbuat banyak karena tak memiliki biaya untuk membawanya ke rumah sakit.
Tubuh Febri mengecil dan tak berkembang saat usianya menginjak 2 tahun. Hal itu terjadi karena balita malang ini sakit dan menderita gizi buruk sehingga pertumbuhannya menjadi tidak normal. Orangtuanya pernah membawanya ke puskesmas dan rumah sakit namun tak ada perubahan karena kedua orangtuanya tak memiliki biaya.
Diusianya yang lima tahun ini, tubuh Febri nampak rapuh dan kurus kering, bahkan untuk berdiri saja tak mampu apalagi untuk berjalan.
Dan kini balita malang tersebut hanya terbaring tak berdaya di dalam rumahnya yang hanya berdinding bambu dan hanya diasuh oleh Dasih neneknya yang berusia 60 tahun setiap harinya.
Menurut Dasih sang nenek, saat diperiksa ke dokter, orangtua Febri disarankan agar membawa anaknya ke rumah sakit DR Soetomo Surabaya untuk dioperasi. Namun niatnya diurungkan karena tak memiliki biaya.
Kondisi ini semakin diperburuk karena kedua orangtuanya tak bisa menggunakan jaminan kesehatan dari pemerintah karena tak memiliki kartu Jamkesmas. Kini kedua orangtua Febri hanya bisa mengharapkan uluran tangan dari donatur.
Sementara itu dokter Bambang Lukmantono yang sempat memeriksa Febri mengatakan jika Febri menderita kelainan sejak dilahirkan. Kelainan yang berakibat kemunduran mental dan gizi buruk itu disebabkan oleh kurangnya penanganan sejak ibunya hamil.
(Carolina Christina)