Ormas Kuasai LP Kerobokan

Rohmat, Jurnalis
Jum'at 02 Maret 2012 20:49 WIB
Share :

DENPASAR- Sejumlah narapidana berlatarbelakang ormas besar di Bali memiliki pengaruh kuat di Lembaga Pemasyarakatan Kerobokan. Akibatnya, kelompok itu disinyalir kerap melakukan provokasi terhadap napi lainnya untuk berbuat anarkis maupun melawan petugas.

Sinyalemen adanya warga binaan yang memiliki pengaruh kuat di dunia napi di penjara terbesar di Bali itu, dilontarkan petinggi Badan Narkotika Nasional (BNN) Gories Mere.

Kasus bentrokan berujung aksi anarkis perusakan dan pembakaran LP Kerobokan pada 21 Februari lalu, tak lepas dari peran kelompok napi yang berasal dari ormas di Bali.

"Ada seklompok orang napi yang dari kelompok masyarakat setempat, yang cukup kuat dan banyak memiliki dukungan," ucap Gories usai meresmikan Kantor BNN Provinsi Bali, di Kreneng, Denpasar, Jumat (2/3/2012).

Gories lebih lanjut menengarai ada napi dari kelompok ormas yang berpengaruh. Ketika masuk lapas karena berbagai tindak kejahatan atau kekerasan seperti kasus narkoba mereka kemudian membentuk kelompok baru di penjara.

Kelompok inilah yang kemudian tumbuh menjadi kuat dan memiliki pengaruh besar terhadap napi yang lainnya. Sehingga, upaya yang dilakukan petugas saat hendak memberantas sindikat narkoba di dalam, akan mendapatkan perlawanan.

Pendek kata, ada masalah keributan kecil saja, bisa berkembang menjadi besar dan dibikin heboh oleh ulah kelompok tersebut. "Ketika mereka ada di dalam Lapas paling banyak melakukan provokasi, sedikit-sedikit melakukan perlawanan ke petugas," ujarnya.

Sekadar diketahui, dalam razia narkoba yang digelar BNN tahun lalu, kata Gorries, juga sempat mendapat perlawanan para napi yang akhirnya berbuntut kerusuhan.

Kondisi tersebut jauh berbeda dengan yang terjadi di lapas lainnya di Indonesia, karena napinya relatif bisa dikendalikan. Di Lapas Kerobokan, paling banyak melakukan perlawanan terhadap petugas dibanding lapas yang lain.

Karena itu, pihaknya sudah meminta Dirjen Pemasyarakatan agar segera melakukan mapping atau pemetaan untuk mencegah dan mengatasi berbagai persoalan yang terjadi di Lapas Kerobokan.

Pihaknya tidak mau melakukan intervensi, sebab upaya untuk membangun sistem lapas yang kuat sepenuhnya wewenang Dirjen Pas Kemenkum dan HAM. "Itu urusan mereka, kita tidak ada intervensi," imbuh Gories.

Namun dalam konteks koordinasi dalam upaya pemberantasan sindikat narkoba di dalam lapas, telah dilakukan berbagai upaya seperti melakukan MOU dengan Kemenkum dan HAM, dengan membentuk Satgas pemberantasan narkoba.

Dia berharap, Satgas yang digawangi Wakil Menteri Hukum dan HAM itu bisa berhasil dalam menekan peredaraan narkoba di Lapas.

Gories menegaskan, tidak akan ragu untuk melakukan operasi atau pemberantasan di dalam Lapas termasuk di Lapas Kerobokan. "Kalau ada pelaku atau sindikat narkoba di dalam kapanpun akan kita ambil," katanya.

(Stefanus Yugo Hindarto)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya