LAMPUNG - Cuaca buruk di Selat Sunda mengakibatkan penumpukan truk di areal parkir Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan.
Meski demikian,antrean tersebut tidak terjadi hingga luar areal pelabuhan, karena lahan parkir di Bakauheni yang jauh lebih luas dibandingkan Pelabuhan Merak, Selasa (13/3/2012).
Saat ini, sebagian besar areal parkir di Pelabuhan Bakauheni yang mampu menampung 6.000-an unit itu dipenuhi kendaraan. Kendaraan yang hendak menyeberang ke Pelabuhan Merak mencapai tiga perempat kapasitas parkir, dan didominasi truk serta kendaraan besar.
Manajer Operasional PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Bakauheni, Heru Purwanto, mengatakan cuaca ekstrem telah mengurangi jumlah trip pelayaran kapal feri dari pelabuhan penyeberangan itu ke Merak atau sebaliknya secara signifikan.
PT ASDP mengoperasikan 25 unit kapal feri, Dalam kondisi normal trip pelayaran yang bisa mencapai 80- 82 perjalanan, namun saat ini jumlahnya hanya mencapai 38 hingga 45 trip perjalanan.
"Kondisi cuaca hingga Selasa dini hari masih kurang bagus, terdapat angin dan arus air kencang," kata Heru.
Saat ini, lama pelayaran kapal feri rute Merak-Bakauheni dapat mencapai 3,5 jam bahkan 5 jam, padahal waktu normalnya adalah 2-2,5 jam.
Menurut Heru, waktu tempuh pelayaran menjadi lebih lama, karena kapal sulit bersandar di dermaga Pelabuhan Merak akibat kodisi tersebut, sehingga keberangkatan kapal molor dan terjadi penumpukan.
(Kemas Irawan Nurrachman)