BOGOR - Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menjelaskan perkembangan ekonomi global terkini mengharuskan pemerintah menyesuaikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Hal tersebut, mau tidak mau dengan cara mengurangi subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM).
"Isu ini sudah berkembang sangat politis dan sudah jauh menyimpang dari hakikat dan masalahnya. Kemudian kita akhir-akhir ini sudah menyaksikan, ada provokasi dan agitasi yang isi pokoknya harus menentang dan melawan apa saja yang dilakukan oleh pemerintah," jelas SBY dalam pidatonya di Puri Cikeas, Bogor, Minggu (18/3/2012) malam.
Menurutnya, isu penyesuaian APBN sebagai dampak kenaikan harga minyak global ini yang terjadi saat ini dipolitisir, sehingga terkesan black campaign atau buruk sangka. "Apapun digunakan sebagai peluang untuk menghadapi lawan-lawan politik maka politik di negeri ini sungguh menyedihkan," terangnya.
Persoalan yang dihadapi bangsa ini, lanjut SBY, adalah bagaimana cara menyelamatkan ekonomi nasional. "Ekonomi kita mendapatkan masalah-masalah ekonomi baru dari tekanan global. Tetapi apa yang kita perhatikan bahwa rencana penyesuaian APBN dan subsidi dan rencana menaikkan BBM itu salah atau buruk harus dilawan," tuturnya.
Namun, SBY meminta kader PD tidak apatis dan tidak pasif, serta terus melakukan pekerjan politik yang mencerdaskan, rasional dan harus jelas dari inti permasalahannya.
“Sehingga masyarakat akan mendapatkan penjelasan yang benar, tidak mubazir dan sia-sia,” tukasnya. (kyw)
(Ahmad Dani)