JAKARTA - Menteri Komunikasi dan Informatika asal Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Tifatul Sembiring enggan berkomentar terkait partainya yang menolak rencana pemerintah menaikan bahan bakar minyak (BBM) yang rencananya akan dilakukan pada 1 April mendatang.
"Tanya fraksi kalau soal itu. menjelaskan kenapa BBM dinaikan saya (mau) jawab. Kan sayang orang pemerintah," ujar Tifatul di Bandara Halim Perdana Kusuma Jakarta, Kamis (29/3/2012).
Terkait isu rencana PKS ingin keluar dari barisan koalisi dan menarik menterinya dari kabinet Indonesia Bersatu Jilid II, Tifatul menyerahkan kepada DPP PKS. "Kok mau ditarik, emangnya udah diulur. Tanyakan ke DPP saja," tutur mantan Presiden PKS ini.
Tifatul mengatakan posisinya sebagai menteri di kabinet sulit untuk
berseberangan dengan keputusan pemerintah. "Menteri ini pembantu Presiden. Tidak boleh berbeda pendapat dengan Presiden. Harus sesuai langkah Presiden, itu saya," katanya.
Saat ditanya sikapnya yang cenderung berbeda pendapat dengan suara partainya, Tifatul menegaskan tidak ada perbedaan pendapat tersebut. "Tidak, saya posisi harus menjelaskan sikap pemerintah," ucapnya.
"Takut kehilangan jabatan menteri?," tanya wartawan kepadanya. Tifatul justru menjawab ringan. "Takut kehilangan BBM," katanya sambil tertawa.
(Susi Fatimah)