JAKARTA - Di Negeri Cermin para binatang hidup bahagia. Rasa kebersamaan dan tolong-menolong dilakukan dengan ikhlas dan rela.
Suatu hari Aya, si buaya sedang dirundung malang. Dia mengejar layang-layang putus. Tapi layangan itu nyangkut di pohon tinggi.
Untunglah, saat itu lewat Juki si jerapah. Tubuhnya yang tinggi dan lehernya yang panjang membuat Juki bisa dengan mudahnya mengambil layang-layang yang nyangkut itu untuk Aya.
Dongeng Juki&Friends diceritakan oleh Salma Indria Rahman kepada anak-anak kecil yang mengerumuninya, suatu pagi di hari Minggu. Tempatnya, di rumah ibunya, di kawasan Pondok Gede, Jakarta. Anak-anak itu bersama para relawan bergabung dalam Komunitas Rumah Pohon yang didirikan Salma untuk menunjang aktivitas mendongeng boneka jari Juki&Friends.
Ya, Salma mendongeng dengan memakai boneka jari. Di Rumah Pohon yang dihuninya di kawasan Proklamasi dekat pusat Jakarta, dia merajut sendiri model tokoh-tokoh bonekanya dari kain flanel.
"Ide boneka jari ini muncul begitu saja saat saya saksikan anak-anak kecil korban letusan Gunung Merapi tidak punya mainan," seru Salma mengutarakan proses kreatifnya.
Ke kaki Gunung Merapi di Yogyakarta itulah Salma pun membawa tokoh-tokoh boneka jarinya buat didongengkan kepada anak-anak kecil dan remaja yang sedang mengungsi di sana.
"Nama tokoh-tokoh boneka inipun saya temukan tidak sengaja," ujar Salma yang mengaku dibesarkan sejak dari buaian orangtuanya melalui cerita-cerita dongeng dan nina bobok yang selalu diingatnya hingga kini.
Anak-anak kecil dan para remaja di pengungsian yang menjadi korban letusan Gunung Merapi itu menyambut kedatangannya dengan penuh antusias. Lepas dari Yogya, Salma mengarungi boneka jarinya ke Kepulauan Mentawai saat tempat itu baru saja dirundung gempa bumi.
Tokoh utama dalam dongeng boneka jari karya Salma bernama Juki, seekor jerapah. Juki ditemani empat sahabatnya yakni si buaya, anjing, rusa, dan si ikan yang masing-masing juga punya nama. Mereka hidup bahagia di Negeri Cermin yang indah.
(Muhammad Saifullah )