Swalayan Terancam Digusur, Karyawan Ngadu ke DPRD

Rohmat, Jurnalis
Selasa 10 April 2012 17:20 WIB
Ilustrasi (Foto: Dok Okezone)
Share :

DENPASAR - Karyawan swalayan Tiara Grosir di Jalan Cokroaminoto, Denpasar mengadukan nasib mereka ke wakil rakyat lantaran terancam PHK menyusul perseteruan antara manajemen dengan Pemkot Denpasar.

Puluhan orang mewakili 750 karyawan mendatangi DPRD Kota Denpasar dan diterima ketua I Wayan Darsa dan beberapa anggota lainnya.

"Kami ingin mengetahui bgaimana tindak lanjut pertemuan sebelumnya sebab sampai saat ini surat yang kami ajukan tidak ada respon. Kami ingin memperjuangkan hak hak kami sebagai pekerja," kata Ketua SPSI Tiara Grosir (TG) Fransiskus Asisi Nanang, Selasa (10/4/2012).

Mereka ingin mengetahui nasib perusahaan tempat mereka mencari rezeki yang terancam ditutup akibat konlfik berkepanjangan dengan Pemkot Denpasar.

Dijelaskan, pihak Tiara Grosir bahkan telah menerima SP 2 (surat peringatan) dari Pemerintah Kota Denpasar pada 9 April 2012 terkait soal perizinan. Kondisi tersebut memunculkan kekhawatiran ratusan karyawan, jika benar-benar Tiara Dewata akan ditutup.

Jika pemerintah bersikukuh gunakan kekuasaannya dengan menutup Tiara Grosir, kata Nanang, lantas bagaimana nasib keluarga mereka yang sudah belasa tahun bekerja di salah satu swalayan terbesar di Bali itu.

Karena itu, mereka berharap pemerintah bisa memperhatikan nasib ratusan karyawan dan keluaragnya jika swalayan tersebut ditutup seperti dalam haknya untuk mendapat pesangon.

Kepada mereka, Ketua DPRD Kota Denpasar I Wayan Darsa berjanji akan berkoordinasi dengan Pemkot Denpasar.

"Soal lahan Tiara Grosir, kami koordinasikan dengan Pemkot Denpasar untuk pemanfaatannya, dengan melakukan kaji ulang lahan tersebut. Dewan akan mengawasi agar jangan sampai terjadi pemutusan hubungan kerja," janji Darsa.

Dia juga akan memperjuangkan nasib karyawan Tiara Grosir agar karyawan tetap berada di bawah grup Tiara.

Lahan Tiara Grosir rencananya akan digunakan untuk tempat layanan publik, kata Darsa tidak akan dialihkan ke investor lain. Rencananya, tanggal 20 April ini, dewa akan mengagendakan untuk mempertemukan 4 pihak masing-masing manajemen, karyawan, Dewan, dan Pemkot Denpasar.

(Dede Suryana)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya