JAKARTA- Mahasiswa se- Provinsi Kepulauan Riau memboikot acara pertemuan BEM Nusantara yang digelar di Universitas Maritim Raja Ali Haji (Umrah), Kepulauan Riau.
"Kami mahasiswa se Provinsi Riau menolak pertemuan BEM Nusantara tersebut," kata Sekjen BEM Fakultas Kelautan dan Perikanan Umrah, Rendi kepada Okezone, Senin (16/4/2012).
Penolakan itu, lanjut Rendi dikarenakan beberapa hal diantaranya tidak adanya sosialisasi dan konsolidasi dengan mahasiswa Umrah sehingga pertemuan itu dianggapnya tidak sah.
Selain itu hal yang paling memberatkan adalah adanya pemlasuan tanda tangan yang dilakukan pihak panitia tanpa persetujuan ketua BEM Umrah.
"Kami sebenarnya menyambut baik acara temu BEM Nusantara dan kedatangan teman-teman nusantara, namun kami tidak bisa menerima karena cara-cara yang telah dilakukannya," ungkapnya.
Rendi menambahkan, untuk jumlah biayanya yang kabarnya sekira Rp4,8 miliar baru diketahuinya dari proposal dan belum diketahui buktinya. Akan tetapi, menurut Rendi ada yang terpenting yaitu dalam pengajuan proposal itu sudah dilakukan pemalsuan tanda tangan.
"Acara pertemuan harusnya sekarang, namun saat ini belum dilakukan karena kami dan mahasiswa se Provinsi Riau memboikotnya," tegasnya.
(Carolina Christina)