JAKARTA- Pertemuan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Nusantara yang dilakukan di Universitas Maritim Raja Ali Haji (Umrah) Kepulauan Riau dinilai hanya sebagai bentuk pemborosan.
"Pertemuan BEM Nusantara jelaslah suatu wujud pemborosan," kata Sekjen BEM Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Umrah, Rendi Angga Saputra dalam pesan singkatnya kepada Okezone, Selasa (17/4/2012).
Menurut Rendi, mahasiswa yang notabenenya adalah pejuang hak-hak rakyat seharusnya menuangkan pemikiran-pemikiran yang bertujuan untuk memecahkan permasalahan rakyat terutama rakyat yang perekonomiannya di bawah garis miskin.
Namun sebaliknya, dia melihat pertemuan BEM Nusantara di hari kedua ini ternyata digunakan untuk bertemu pejabat daerah serta melakukan refreshing di salah satu tempat wisata di Kepulauan Riau.
"Besok pertemuan terakhir. Pertemuan itu merupakan pemborosan karena tidak menghasilkan rekomendasi apapun untuk kepentingan rakyat," tegasnya.
Sementara itu, sampai saat ini belum ada panitia dari BEM Nusantara yang bisa dimintai konfirmasinya mengenai pertemuan tersebut.
Sebelumnya, pertemuan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Nusantara di Universitas Maritim Raja Ali (Umrah), Kepulauan Riau dikabarkan menghabiskan dana Rp4,8 miliar. Bahkan mahasiswa se-Provinsi Kepulauan Riau sempat memboikot pertemuan itu.
Penolakan itu, dikarenakan beberapa hal diantaranya tidak adanya sosialisasi dan konsolidasi dengan mahasiswa Umrah sehingga pertemuan itu dianggapnya tidak sah.
Selain itu hal yang paling memberatkan adalah adanya pemlasuan tanda tangan yang dilakukan pihak panitia tanpa persetujuan ketua BEM Umrah.
(Carolina Christina)