Tolak Beri Rokok, Pasien RSJ Tewas Dihajar Rekannya

Rohmat, Jurnalis
Selasa 17 April 2012 16:07 WIB
Ilustrasi (thestraitstimes)
Share :

DENPASAR - Putu Indah Wahyudi (49), pasien rumah sakit jiwa (RSJ) Bangli tewas setelah dipukul sesama pasien hanya gara-gara tidak mau memberi rokok.
 
Pelaku, Su, menghajar korban hingga tewas seketika. Korban menderita cedera berat di kepala.

”Peristiwa tersebut benar-benar di luar dugaan seluruh perawat. Staf sudah melakukan perawatan sesuai protap,” ujar Direktur RSJ Bangli, Made Sugiharta Yasa, saat ditemui di Kantor Gubernur Bali, Selasa (17/4/2012).
 
Dijelaskan Yasa, peristiwa berlangsung sangat cepat. Dia membantah rumah sakit terkesan menutup-nutupi dan lalai menanganinya.

Peristiwa penganiayaan terjadi pada Jumat, 13 April, antara pukul 12.00 Wita hingga 12.30 Wita. Saat itu, semua pasien sedang makan siang. Korban duduk lesehan sambil mengisap rokok.

Pelaku kemudian datang meminta rokok, namun korban tidak mau memberinya. Akibatnya, pelaku memukul korban hingga jatuh. Melihat keributan, seorang perawat datang melerai, namun justru ditendang hingga jatuh.

”Perawat kami sampai dikejar pelaku hingga di depan pintu. Untungnya, pintu segera ditutup sehingga dia berhasil selamat,” bebernya.

Melihat aksi pelaku kian membahayakan, petugas lainnya datang dan berhasil mengalihkan kemarahan pelaku hingga situasi bisa diatasi.

Sementara itu, korban segera dibawa ke RSUD Bangli, namun meninggal sekira pukul 13.00 Wita.

Yasa menambahkan, pihak rumah sakit masih memberi izin pasien merokok dengan pertimbangan rokok sulit dilupakan pasien yang menderita gangguan jiwa.

”Jika mereka mengisap rokok, perasaannya lebih enak. Seolah tidak ada tekanan meskipun hanya dalam waktu singkat,” jelasnya.

Menurutnya, aturan tersebut banyak dilakukan RSJ di dunia.

RSJ Bangli memiliki daya tampung 340 pasien, sementara jumlah pasien yang dirawat saat ini sebanyak 285 orang.

(Dian AF)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya