ISNU: Sudah Cukup Pengijon Memeras Petani

Yasser Ali Harakan, Jurnalis
Jum'at 20 April 2012 17:56 WIB
Ilustrasi (Foto: Dok Okezone)
Share :

SERANG - Guna mendorong kesejahteraan petani dan memutus mata rantai pengijon, Pengurus Pusat Ikatan Sarjana Nahdatul Ulama (ISNU) melakukan pendampingan terhadap petani di Banten.
 
Pendampingan yang dilakukan organisasi para sarjana NU tersebut akan dilakukan dari mulai proses menanam hingga pasca panen. Ketua Umum ISNU, Ali Masykur Musa, mengatakan masalah klasik yang dihadapi petani adalah tidak adanya bantuan modal.
 
“Problemnya sejak dulu seperti ini, mau tanam tidak punya uang, harga pupuk tinggi, kemudian ada pengijon. Dari awal mulai tanam petani akan dibina dan dibantu permodalan. Sudah cukup pengijon memeras para petani yang mayoritas penduduk Indonesia, maka petani yang harus sejahtera. Sarjana harus turun ke rakyat,” ungkapnya di Desa Walikukun, Kecamatan Carenang, Kabupaten Serang, Jumat (20/4/2012).
 
Dijelaskan Ali, program menanam padi tersebut terlaksana atas kerjasama ISNU dengan PT. Sang Hyang Seri dalam rangka mensukseskan Gerakan Peningkatan Produksi Pangan Berbasis Korporasi (GP3K). Bentuk kerjasamanya, ISNU yang menyediakan kelompok tani serta melakukan pendampingan. Sementara pihak Sang Hyang Seri menyediakan benih serta anggaran untuk pengolahan.
 
“Anggarannya Rp5 juta per hektare. Nanti sistemnya Yarnen, dibayar setelah panen. Tidak ada bunga apapun yang dibebankan pada petani. Setelahnya kita berharap untuk periode masa tanam berikutnya ketergantungan petani terhadap rentenir bisa terputus dan petani bisa bebas menentukan harga gabah,” paparnya.
 
Target yang akan dicapai ISNU, lanjutnya, untuk seluruh Indonesia adalah 150 ribu hektare. Sementara untuk Banten, ditargetkan 200 hektare lahan sawah, yang tersebar di wilayah Kabupaten Serang. “Banten sejauh ini 200 hektare, hari ini 60 hektare. Pada saatnya nanti sampai 200 hektare. Setelah itu di Jember, Indramayu dan Bekasi,” jelasnya.
 
Melalui pelaksanaan program ini, sambung dia, diharapkan dapat meningkatkan hasil pertanian, membuka lapangan kerja baru untuk tenaga kerja pertanian, menekan laju alih fungsi lahan serta mencapai swasembada pangan.
 
Di tempat yang sama, Direktur Litbang Sang Hyang Seri, Nirwar Syafaat, mengatakan pihaknya mendapatkan penugasan dari Kementerian BUMN untuk turut serta melaksanakan program yang digagas oleh ISNU. “Diharapkan melalui program ISNU pada GPPBK, dapat meningkatkan produktivitas padi. Sehingga target surplus 10 juta ton dapat tercapai,” ungkapnya singkat.

(Muhammad Saifullah )

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya