JAKARTA - Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Agung Laksono, tak memungkiri bahwa kisruh nama calon presiden dari Golkar menjadi ajang promosi gratis bagi partai berlambang beringin tersebut.
Kata Agung, merupakan hal yang lumrah terjadinya ketegangan dan perbedaan pendapat menjelang Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Partai Golkar yang akan digelar pada Juli mendatang.
"Iya biasa ini, anggap saja promosi gratis, karena sebetulnya bicara seperti itu setiap kali mau ada pencapresan selalu, tapi begitu diputuskan akhirnya sepakat," ujar Agung di Kantor Presiden Jalan Medan Merdeka Utara Jakarta, Selasa (24/3/2012).
Agung berharap, ramainya pemberitaan capres Golkar tidak mempengaruhi terhadap kekompakan para kader.
"Jangan sampai ada pengaruhnya terhadap kekompakan partai, karena kalau sampai ada yang tidak kompak pasti gagal," tuturnya.
Sebelumnya, politikus Partai Golkar, Zainal Bintang, menilai ngototnya Ketua Umum Partai Golkar, Aburizal Bakrie (Ical) untuk maju sebagai calon presiden tunggal dari Golkar untuk Pemilu 2014 mendatang menyebabkan terjadinya perang saudara di kalangan internal Golkar.
"Tindakan Ical yang nekat memaksakan adanya Rapimnasus pada bulan Juni untuk menggiring 33 DPD Golkar secara aklamasi menetapkan Ical sebagai capres, telah menciptakan ketegangan di internal Golkar alias 'perang saudara'," ungkap Zainal saat dihubungi wartawan, Selasa (17/4/2012).
Zainal mengatakan, ketegangan itu setidaknya telah melibatkan beberapa kader potensial Golkar seperti Ical, Akbar Tanjung dan Jusuf Kalla, serta salah satu pimpinan Majelis Permusyaratan Rakyat (MPR), Hajriyanto Tohari.
(TB Ardi Januar)