ICW Desak KPK Periksa Max Sopacua

Misbahol Munir, Jurnalis
Selasa 24 April 2012 21:31 WIB
Max Sopacua (Koran SI)
Share :

JAKARTA - Indonesian Corruption Watch (ICW) mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) segera menindaklanjuti dugaan adanya transaksi keuangan mencurigakan yang melibatkan tiga anggota DPR senilai lebih dari Rp1 triliun.
 
Peneliti ICW, Febri Diansyah menilai sangat mungkin terjadi pelanggaran hukum dalam kasus tersebut. Apalagi Pusat Pelaporan Analisis dan Transaksi Keuangan (PPATK) pernah membuka laporan soal dugaan adanya 2.000 transaksi mencurigakan melibatkan anggota DPR.
 
Beberapa bulan lalu, permasalahan itu pernah dibuka oleh PPATK saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara Komisi III DPR. "Dengan dasar itu, memang harus ditelusuri unsur korupsi atau pencucian uang," ungkap Febridiansyah saat dihubungi wartawan, Selasa (24/4/2012).
 
Setiap transaksi mencurigakan, lanjut dia, memang belum tentu mengandung unsur pidana. Namun, Febri menekankan bahwa penyelidikan hukum sebaiknya mendalami data-data itu. "Baik PPATK maupun KPK memiliki kewenangan untuk itu," kata dia.
 
Kata dia, penyelidikan terhadap kasus dugaan transaksi mencurigakan Max Sopacua Cs semakin penting mengingat korupsi politik adalah akar dari masalah korupsi nasional. Bagi dia, korupsi politik memiliki efek domino yang luar biasa.
 
Dia mencontohkan, kasus calo anggaran DPR. Menurut dia, lantaran seorang politisi mendapatkan fee dari proses percaloan itu, proses anggaran yang telah disetujui, akan dipotong lagi oleh kepala daerah atau pelaksana untuk menutupi fee untuk politisi tersebut.
 
"Belum lagi fee yang dikeluarkan selama proyek berlangsung. Akhirnya APBN rontok untuk membiayai praktik seperti itu. DPR itu fungsinya strategis. Kalau mau bersih, ya bersihkan DPR dulu," pungkasnya.
 
Sebelumnya diberitakan bahwa Wakil Ketua Umum Partai Demokrat, Max Sopacua, diduga melakukan transaksi keuangan mencurigakan dengan nilai total lebih dari Rp1 triliun. Selain Max, ada dua nama lain yakni Sonny Waplau, juga dari Partai Demokrat, serta Yasti Soepredjo Mokoagow dari Partai Amanat Nasional.

(Muhammad Saifullah )

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya