JAKARTA - Harapan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri agar putrinya Puan Maharani maju sebagai calon presiden tampaknya masih mengalami kendala.
Pengamat Politik LIPI, Siti Zuhro, menilai masih banyak hal yang harus dipersiapkan bila PDIP ingin mengusung Puan menjadi kontestan Pilpres 2014 mendatang.
"Menurut saya, dia cukup dikenal di kalangan bawah. Tapi track record-nya belum," kata Zuhro kepada Okezone, Rabu (25/4/2012).
Kekuatan leadership, tambahnya, sudah harus dibentuk sejak saat ini. Selain itu, menjadi calon presiden Puan juga harus benar-benar memahami tentang pemerintahan secara detail.
"Bagaimana demokrasi ini bisa menghasilkan tata kelola pemerintahan yang baik. Yang harus dikedepankan integritas dia, kompetensi, manegerial dan kepemimpinan," ungkapnya.
Sejatinya, pada Pemilu 2014, perempuan memang harus ikut mencalonkan diri sebagai presiden. Pemilu 2009 menandai tonggak kebangkitan perempuan di dunia politik.
"Pemilu selanjutnya perempuan juga harus hadir tidak hanya sebagai anggota legislatif tapi juga dalam Pemilu presiden. Kalau ada lebih dari satu calon lebih bagus lagi," cetusnya.
Zuhro melihat banyak kader perempuan yang berpotensi maju sebagai kandidiat calon presiden. Namun, partai politik masih mengedepankan laki-laki.
"Cuma sekarang partai serius enggak mempersiapkan perempuan sebagai calon presiden," pungkasnya.
(Tri Kurniawan)