DENPASAR - Arman B Markawi (40), seorang buruh proyek swalayan di Jalan Mertanadi Sunset Road Barat, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung, Bali, tewas setelah kesetrum listrik dan terjatuh dari lantai dua.
Sedangkan rekannya Rapudin (23), yang juga menjadi korban kecelakaan kerja, hingga saat ini masih dirawat di Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah Denpasar, dalam kondisi kritis.
Keterangan dihimpun, dua buruh ini kesetrum saat menggarap proyek pembangunan Super Ekonomi (SE) sekira pukul 08.30 Wita.
Saat itu, dua buruh ini bertugas membuat steger untuk persiapan bekerja melester dinding sisi luar toko. "Pada saat itu Rapudin ada di lantai I dan Arman ada di lantai II," jelas seorang sumber di lokasi, Minggu (29/4/2012).
Kejadiannya berawal saat hendak bekerja, Rapudin mengambil pipa besi untuk diberikan Arman yang ada di lantai II.
Belum diketahui pasti, saat Arman menerima pipa besi, kedua korban tiba-tiba tersengat listrik yang diduga berasal dari di atap lantai II.
Arman yang berasal dari Serang, Banten, berada di lantai II langsung terkapar dan jatuh ke lantai I. Demikian juga Rapudin, juga kesetrum tergeletak di lantai I tempatnya bekerja.
Rekan-rekan korban langsung memberikan pertolongan, namun nyawa Arman tidak tertolong, sehingga tewas di lokasi. Sedangkan Rapudin, yang tidak sadarkan diri, dibawa ke RS Penta Medika di Jalan Teuku Umar Barat, Denpasar.
Dikonfirmasi terpisah Kapolres Badung, AKBP Beny Arjanto membenarkan kejadian tersebut dan mengatakan kasus ini masih dalam penanganan.
"Satu orang korban meninggal bernama Arman dan rekannya Rapudin mengalami luka-luka dan kini mendapat perawatan di rumah sakit," imbuhnya kepada wartawan.
Kasus tersebut masih dalam penanganan pihak Polsek Kuta Utara dan beberapa orang telah dimintai keterangan sebagai saksi.
Soal adanya unsur kesengajaan atau kelalaian dalam kecelakaan kerja yang mengakibatkan satu nyawa melayang ini, kata Beny, masih didalami petugas.
(TB Ardi Januar)