JAKARTA - Pengurus Pusat Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) mendeklarasikan gerakan wakaf buku dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional di Pesantren Al-Hakim, Perum Mahkota Indah blok GC, Desa Mangunjaya, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi.
Ketua Umum ISNU, Ali Masykur Musa, mengatakan pendidikan adalah kunci kemajuan bangsa. Karena itu, bangsa yang ingin maju harus mengutamakan pendidikan. "Pendidikan untuk membuka jendela dunia. Untuk melakukan apa saja butuh ilmu," kata Ali Masykur Musa dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (2/5/2012).
Dalam kesempatan ini, ISNU memberikan sumbangan 300 buku kepada Pesantren Al-Hakim dan dana renovasi gedung pesantren yang belum tuntas proses pembangunannya.
Menurut Ali Masykur, ada dua aspek yang perlu diperhatikan terkait pengembangan pendidikan Indonesia. Yaitu aspek fisik dan aspek kualitas pendidikan yang harus diajarkan kepada anak didik.
"Pada Hari Pendidikan Nasional ini, ISNU membantu dana untuk pembangunan fisik dan membuat gerakan wakaf buku untuk memperbaiki kualitas pendidikan," ungkapnya.
Sekjen ISNU, Kholid Syeirazi mengatakan, gerakan wakaf buku yang dilakukan ISNU merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. "Orientasi pendidikan adalah memuliakan manusia, menjunjung harkat kemanusiaan untuk membentuk manusia paripurna atau insan kamil," katanya.
Soal pelaksanaan Ujian Nasional, Kholid mengatakan, Ujian Nasional cenderung mereduksi parameter pendidikan, dengan menempatkan nilai sejumlah mata pelajaran sebagai ukuran keberhasilan.
"Pendidikan tidak boleh menjadi teror untuk siswa, orangtua, dan guru. Konsentrasi siswa, orangtua, dan guru, bahkan pejabat birokrasi pndidikan tereduksi kepada jumlah kelulusan Ujian Nasional," katanya.
Lebih lanjut, dia mengatakan, pendidikan bukanlah sekadar alat untuk menyiapkan SDM dan memasok kebutuhan industri dan pasar.
"Pendidikan adalah wahana untuk memanusiakan manusia, memuliakan manusia, meluhurkan dan menghaluskan budi pekerti manusia untuk mencapai kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat," tandasnya.
(Muhammad Saifullah )