JAKARTA - Ketua DPR Marzuki Alie mengakui kualitas pendidikan Indonesia saat ini masih jauh dari harapan masyarakat. Banyak faktor yang harus terus dibenahi.
Segi kualitas kesejahteraan guru memang mengalami perbaikan. Akan tetapi, masih banyak pula masalah yang manyangkut guru.
"Kualitas pendidikan kita sudah mengarah kepada perbaikan, namun masih jauh dari harapan. Percepatan peningkatan kualitas guru untuk pemerataan kualitas pendidikan, walaupun mayoritas guru sudah lebih baik kesejahteraannya, namun masih banyak persoalan dengan guru-guru tersebut," ungkap Marzuki dalam menyambut hari pendidikan nasional kepada wartawan di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Rabu (2/5/2012).
Di samping itu, kata dia, manajemen pendidikan di bawah pemerintah kabupaten/kota masih terkooptasi dengan kepentingan politik, hingga berdampak pada terbengkalainya peningkatan kualitas dan mutu pendidikan di daerah.
"Manajemen pendidikan di bawah Pemkab/Pemkot, juga menyisakan banyak persoalan dikaitkan dengan kontestasi politik," kata dia.
Bahkan, kata politikus Demokrat itu, banyak hal yang menjadi pekerjaan rumah (PR), seperti fasilitas pendidikan yang belum merata serta minimnya keberpihakan kepala daerah terhadap dunia pendidikan. Selain itu, ada pula masalah tidak meratanya akses masyarakat terhadap pendidikan karena faktor biaya.
"Fasilitas pendidikan yang masih belum merata, karena tidak samanya keberpihakan kepala daerah terhadap dunia pendidikan. Masih mahalnya pendidikan yang tidak terjangkau semua anggaran masyarakat," ujarnya.
(Insaf Albert Tarigan)