PAYAKUMBUH - Penumpang selamat bus Yanti Group jurusan Pekanbaru, Riau-Bukittinggi, Sumatera Barat, yang terbakar pada Selasa kemarin, masih trauma.
Seorang penumpang yang selamat, Buyung Sidi Marajo (56), mengaku menyaksikan sendiri bagaimana penumpang terbakar hidup-hidup di dalam bus hingga tewas.
Mereka gagal menyelamatkan diri karena pintu bus bagian belakang terhalang barang-barang dagangan penumpang dan terkunci.
Buyung, warga Ampek Koto, Kabupaten Agam, mengungkapkan dia berhasil selamat dari kobaran api setelah memcahkan kaca jendela begitu asap mengerumuni hingga ke bangku belakang.
Buyung yang duduk di bangku belakang bus, mengaku pintu depan juga tidak bisa karena asap dan api dengan cepat berkobar di bagian depan.
”Saya bisa keluar karena menghantam kaca. Kalau kaca tidak dihantam, saya tidak bisa keluar. Penumpang lain tidak sempat menghantam kaca dan bertahan di dalam saat bus mulai meletus-letus,” terang Buyung di RSUD Adnan WD, Payakumbuh, Rabu (2/5/2012).
Awalnya, lanjut dia, penumpang lain berteriak bus berasap. Namun dia tidak bisa melihat, karena selain gelap, posisi duduknya di belakang.
Sebagian penumpang di depan, termasuk kondektur, sudah turun saat pengemudi meminggirkan bus. Namun asap langsung menyebar ke belakang.
“Saat itu penumpang penuh sekira 40 orang,” sambung penumpang yang naik bus nahas itu dari Duri menuju Bukittinggi itu.
Dia pergi bersama istrinya, Rosida (50), yang saat kejadian tidak berhasil menyelamatkan diri. Rosida termasuk salah seorang korban tewas. Sementara Buyung bersama tiga korban luka lainnya masih dirawat di RSUD Adnan WD.
Bus PO Yanti Group bernomor polisi BA 3653 L terbakar sekira pukul 04.30 WIB. Saat musibah terjadi, bus melintas di Hulu Air, Kecamatan Harau, Kabupaten Lima Puluh Kota.
(Dian AF)