BANDUNG – Seleksi melalui jalur mandiri di beberapa perguruan tinggi negeri (PTN) di Bandung tidak menurunkan minat calon mahasiswa untuk mendaftar ke perguruan tinggi swasta (PTS).
Sebelum pendaftaran seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri (SNMPTN) digelar, sejumlah PTS di Bandung telah menerima mahasiswa. Rektor Unikom Edi Suryanto Soegoto mengatakan, adanya jalur mandiri PTN tidak membuat peminat ke Unikom menjadi sepi. Bagi dia, hal tersebut merupakan kondisi yang normal dan tidak menjadi hambatan. "Antara PTN dan PTS memang harus ada kompetisi yang normal, keunggulan PTS tentunya harus menonjolkan kualitas, bagaimana PTS berupaya memberikan mutu, pelayanan serta sarana dan prasarana yang baik sehingga tetap diminati," kata Edi, kemarin.
Untuk gelombang I, Unikom telah melakukan seleksi pada 600 pendaftar, dan hasilnya 200 pendaftar dinyatakan lulus. Selanjutnya masih ada gelombang II yang dilaksanakan pada Juni dan gelombang III pada akhir Juli. Pada tahun ajaran 2012/2013 ini, Unikom mematok kuota 3.200 mahasiswa. "Sejak empat tahun terakhir ini, kuota mahasiswa yang kami tetapkan sama. Hal ini kami batasi karena adanya keterbatasan seperti sarana dan prasarana ataupun dosen. Apalagi gedung baru pun belum jadi sehingga harus kami imbangi dengan membatasi jumlah mahasiswa," ungkapnya.
Meski demikian, setiap tahunnya peminat ke Unikom mengalami peningkatan sekira 20-30 persen dengan jumlah pendaftar sekira 7.000-8.000 orang. Menurut Edi, PTS harus menampilkan prestasi sehingga bisa menarik mahasiswa, seperti prestasi yang diraih Unikom mulai dari robot, ICT, dan roket, termasuk dalam kontes desain dan bahasa Jepang.
Sama halnya dengan Unikom, Unisba juga telah melakukan seleksi mahasiswa. Dari 1.068 peserta ujian saringan masuk (USM) gelombang I, 623 peserta dinyatakan lulus. Selain itu, ada 111 orang lainnya yang lulus melalui jalur penelusuran minat dan kemampuan (PMDK). Jalur mandiri tidak memengaruhi peminat ke Unisba, bahkan diakui Rektor Unisba Thaufiq Boesoirie jumlahnya terus meningkat setiap tahunnya. "Jumlah calon mahasiswa yang mendaftar pada gelombang I meningkat 30 persen dari tahun sebelumnya," ujar Thaufiq. (masita ulfah/koran si)
(Rifa Nadia Nurfuadah)