WAINGAPU - Para siswa SDN Bidipraing di Dusun Lai Hiding, Desa Kiritana, Kecamatan Kambera, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), menempuh perjalanan panjang menyeberangi sungai yang dalam, mendaki dan menuruni bukit terjal, serta padang sabana, demi mengikuti Ujian Nasional (UN).
Cuaca tak bersahabat tidak menyurutkan niat dan usaha anak-anak melewati rintangan berbahaya.
Stefani, seorang siswi, mengaku dia dan teman-temannya tidak memiliki pilihan lain selain menyeberangi sungai, mendaki dan menuruni tebing terjal, dan menerabas sabana berumput tinggi. Jika tidak, mereka terancam tidak lulus SD.
Bahkan tak jarang, anak-anak terpaksa mengayuh perahu sendiri tanpa didampingi orang dewasa. Padahal arus sungai sangat deras.
Beruntung, di hari kedua pelaksanaan UN, petualangan berbahaya para siswa itu direspons pihak sekolah.
Mulai pelaksanaan UN hari ini, pihak sekolah membuat kebijakan dengan menampung para siswa menginap di sekolah.
Kepala Sekolah SDN Bidipraing, Landu Huruk, Selasa (8/5/2012), mengungkapkan makan dan minum para siswa menjadi tanggung jawab para orangtua siswa.
Sekolah hanya menyediakan ruangan. Anak-anak tidur di lantai beralaskan tikar pandan.
Meski tinggal dengan segala keterbatasan, para siswa tetap semangat mengikuti UN. Pagi tadi mereka mengikuti UN untuk bidang studi matematika.
(Dian AF)