Guru Jangan Gaptek

Rifa Nadia Nurfuadah, Jurnalis
Selasa 08 Mei 2012 11:38 WIB
Image : Corbis.com
Share :

SINGAPURA – Perubahan dunia yang begitu pesat mengharuskan guru dan sekolah ikut beradaptasi dengan cepat pula dengan perubahan tersebut. Hal ini penting agar guru dapat menyampaikan pelajaran sesuai dengan eranya si murid.

Tidak heran, setiap tahun umur guru bertambah, sementara dia tetap mengajar siswa di kisaran usia yang sama. Perbedaan usia yang begitu jauh seringkali menyebabkan ‘gap bahasa’ antara guru dan murid, terlebih lagi dalam bidang teknologi.

Di era serba digital ini, para siswa dapat dengan mudah mendapatkan informasi yang mereka butuhkan dari internet. Sementara guru, yang kebanyakan hasil didikan konvensional, bisa jadi kesulitan beradaptasi dengan pesat dan masifnya perkembangan teknologi tersebut.

“Padahal, sejatinya, guru harus melek teknologi. Bagaimana jadinya dia dapat memberi contoh ke anak didiknya jika tidak bisa memahami konsep teknologi?” kata Rektor Binus University Harjanto Prabowo, usai visitasi ke kantor Google untuk Asia Pasifik, Singapura, Senin (7/5/2012). 

Harjanto, yang membawa serta puluhan kepala sekolah dari SMA/sederajat di Jakarta dalam kunjungan tersebut mengatakan, meski penguasaan teknologi informasi sangatlah penting, bukan berarti guru dan sekolah menjadikan teknologi sebagai tujuan utama. Ia, kata Harjanto, hanyalah alat untuk mencapai tujuan pendidikan.  Artinya, teknologi hanya digunakan sebagai media pendidikan.

Menurut Harjanto,  penggunaan teknologi yang mendominasi kegiatan belajar mengajar hanya akan menciptakan ‘pengajaran’, bukan ‘pendidikan’. Sejatinya, guru adalah pendidik yang juga memperhatikan aspek emosional siswanya. Dan inilah yang tidak dapat dipenuhi teknologi,.

“Teknologi memang menggiurkan. Tetapi jika pemanfaatan teknologi tidak diintegrasikan dengan sistem pendidikan yang sudah ada, maka hasilnya akan sama, yakni pengajaran tanpa emosi. Padahal, siswa masih harus mengetahui mana yang benar dan mana yang salah. Fungsi inilah yang diemban para guru,” imbuhnya.

Para guru dan pengurus yayasan ini adalah peserta School Executive Excursion Program 2012 yang merupakan kerjasama antara Binus University dan Acer untuk memberikan tambahan wawasan kepada pimpinan sekolah, di level SMA/sederajat. Kegiatan ini meliputi studi banding, kunjungan industri, serta seminar-seminar seputar teknologi dan perkembangan pendidikan global.

(Rani Hardjanti)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya