Tiga Tahun Tak Bertemu, Ayah Malah Jadi Korban Sukhoi

Effendi Pioh Labenjang, Jurnalis
Selasa 15 Mei 2012 12:45 WIB
Serpihan pesawat Sukhoi di Gunung Salak (Repro: Okezone/Heru Haryono)
Share :

MANADO - Melissa Nia Tiwatu (21) berusaha tegar setelah mengetahui ayahnya, Steven Kamagi, salah seorang penumpang pesawat Sukhoi Superjet (SSJ) 100 yang jatuh di Gunung Salak, Bogor, Jawa Barat.
 
Nia, panggilan akrab Melissa Nia Tiwatu, Selasa (15/5/2012), mengungkapkan sedianya dia bertemu dengan sang ayah pada 30 Mei mendatang di Jakarta.

Perempuan berusia 21 tahun itu sudah tiga tahun tidak bertemu dengan ayahnya. Sebelum kecelakaan tersebut, Steven sempat berpesan agar Nia segera menyelesaikan kuliah dan segera ke Jakarta.

Di Jakarta, Nia sudah disiapkan posisi di perusahaan tempat Steven bekerja. Nia merupakan anak pertama hasil pernikahan Steven Kamagi dengan Aiko Tiwatu.

Saat usia Nia tiga tahun, Steven bercerai dengan Aiko dan pergi ke Jakarta. Sementara Nia tinggal bersama tantenya di Kelurahan Teling Atas, Manado.

Steven mengikuti demo flight SSJ 100 pada Rabu 9 Mei lalu setelah mendapat undangan dari rekannya. Nahas, pesawat buatan Rusia itu hilang kontak sekira pukul 14.30 WIB dan dipastikan jatuh dan menabrak tebing gunung pada keesokan harinya.

Nia berharap, proses identifikasi jenazah oleh tim disaster victim identification (DVI) RS Polri Kramatjati, Jakarta, segera selesai dan ayahnya segera dipulangkan.

(Dian AF)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya