MEDAN- Muhammad Reza Fahlevi, bocah berusia empat tahun yang menjadi korban tembak senjata milik ayahnya, Brigadir Julyadi (sebelumnya ditulis Zulyadi) tiba di rumah sakit Colombia Asia, Medan pukul 20.30 WIB. Reza sebelumnya sempat menjalani perawatan di RSUD Cut Mutia, kabupaten Lhokseumawe.
Selama dalam perjalanan, Reza mendapatkan perawatan obat injeksi untuk jantung dan infus. Ahmad Zaman Huri (27) perawat pendamping dari RSUD Cut Mutia mengatakan kondisi korban sangat lemah dan banyak mengeluarkan darah. "Namun, reza masih sadar dan bisa menangis," ucap Ahmad.
Reza mengalami luka robek di atas bibir menembus samping hidung. Lanjut Ahmad, luka tersebut karena tertembus peluru sehingga digunakan transfusi darah 200 cc untuk membantu mencegah pendarahannya.
Selama dalam perjalanan, korban didampingi kedua orangtuanya dan neneknya. Sementara itu Brigadir Julyadi masih tampak syok. "Ayah korban terlihat trauma dan menangis selama dalam perjalanan," jelas Ahmad.
Peristiwa kelalaian yang menyebabkan tertembaknya Reza oleh senjata ayahnya terjadi sekira pukul 11.00 WIB. Reza langsung dirujuk ke puskesmas terdekat, karena mengalami luka serius korban dibawa ke RSUD Cut mutia dan akhirnya dirujuk ke RS Colombia Asia, Medan.
Hingga saat ini Reza Fahlevi masih menjalani perawatan serius diruang ICU RS Colombia Asia.
(Stefanus Yugo Hindarto)