BANDA ACEH - Brigadir Julyadi, anggota Sat Intel Polresta Lhokseumawe, Aceh, hingga kini belum bisa diminta keterangan, terkait tertembaknya Muhammad Reza Fahlevi (4), putranya sendiri.
Julyadi masih berada di Medan, Sumatera Utara, untuk mendapingi perawatan anaknya. “Yang bersangkutan masih mendampingi anaknya sekarang di Medan,” kata Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Gustav Leo saat dikonfirmasi Okezone, Selasa (22/5/2012).
Polda Aceh, lanjut dia, sudah mengarahkan Polresta Lhokseumawe untuk memproses kasus ini. Jika terbukti melakukan kesalahan, Julyadi tetap ditindak sesuai hukum berlaku.
“Ini tetap kita proses, sekarang masih didalami,” ujar Gustav Leo.
Selain masih mendampingi anaknya, lanjut Gustav, Julyadi juga belum bisa diperiksa Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) karena masih syok berat dengan musibah yang menimpa anak semata wayangnya itu.
“Apa pun ceritanya, ini musibah. Jadi sekarang biar fokus kepada nyawa anak itu dulu, nanti pasti akan diproses,” sambung Gustav.
Seperti diberitakan, pistol yang sedang dimainkan Reza tiba-tiba meletus pada Senin siang kemarin di rumahnya di kompleks Asrama Polisi Geudong, Samudera, Aceh Utara. Peluru mengenai hidung hingga tembus ke kepala bagian belakang. Pistol jenis revolver itu diletakkan di atas meja, sementara Julyadi sedang membuat laporan bersama rekannya.
Korban sempat dibawa ke RSUD Cut Meutia, Lhokseumawe, sebelum dipindah ke RS Colombia Asia, Medan, Sumut.
(Dian AF)