LHOKSEUMAWE - Insiden bocah tertembak pistol, murni kelalaian sang ayah. Pistol milik anggota Polres Lhokseumawe diletakkan di tempat sembarangan sehingga bisa dijangkau anaknya.
Wakapolres Lhokseumawe Kompol Syahrul menyesalkan Brigadir Julyadi meletakkan senjata jenis revolver di sembarang tempat. Senjata itu kemudian dimainkan anaknya, Reza Pahlevi (4), hingga tertembak di kepala.
Syahrul mengungkapkan, Julyadi sudah mengikuti berbagai seleksi, seperti skill dan psikologis, sehingga diberi izin untuk membawa senjata pulang ke rumah.
Karena itu, Julyadi seharusnya memahani standar penggunaan senjata api, termasuk meletakkannya di tempat aman.
Julyadi sendiri belum ditahan karena masih mendampingi anaknya yang menjalani perawatan di RS Colombia Asia, Medan, Sumatera Utara.
Namun, dia sudah diminta keterangan oleh petugas Provos Polres Lhokseumawe.
Sementara itu, pascakejadian rumah dinas Julyadi di asrama polisi di Geudong, Kabupaten Aceh Utara, sepi. Keluarga ikut ke Medan untuk menemani Reza.
Seperti diketahui, Reza tertembak pada Senin 21 Mei lalu. Saat itu, Julyadi sedang membuat laporan bersama rekannya. Dia melatakkan senjata di atas meja. Reza kemudian mengambil senjata itu hingga terdengar letusan senjata. Peluru mengenai hidung hingga tembus ke kepala belakang.
Korban sempat dibawa ke RSUD Cut Mutia, Lhokseumawe, sebelum dipindah ke RS Colombia Asia, Medan. Tim dokter sudah melakukan operasi untuk membersihkan kepala korban dari serpihan tulang di kepala pada Selasa 22 Mei lalu. Kondisi Reza saat ini berangsur membaik.
(Dian AF)