Selain Negarawan, Bung Karno Juga Seniman Ulung

Angkasa Yudhistira, Jurnalis
Rabu 06 Juni 2012 18:51 WIB
Bung Karno (Foto: Arsip Nasional)
Share :

JAKARTA - Di ulang tahunnya yang ke-111, keluarga besar Ir Soekarno meluncurkan pagelaran seni bertajuk Dharma Gita Maha Guru 2012, di Kampus Universitas Bung Karno (UBK), Jakarta.
 
Kegiatan ini juga dihelat dalam rangka peringatan hari lahirnya Pancasila yang jatuh pada 1 Juni. "Bulan Juni ini dikenal sebagai bulannya Bung Karno. 6 Juni beliau lahir, 11 Juni berdirinya Universitas Bung Karno, dan 21 Juni beliau wafat," ujar putri Bung Karno, Rachmawati Seokarnoputri, di Aula UBK, Rabu (6/6/2012).
 
Pagelaran seni ini, kata Rachmawati, sebagai bentuk syukuran atas apa yang telah dipersembahkan Bung Karno kepada bangsa Indonesia. Dirinya berharap kegiatan ini dapat memberikan tontonan dan tuntunan yang baik bagi masyarakat.
 
"Terutama bagi kaum muda. Karena sesuai dengan pasal 31 Ayat 1 UUD 1945 bahwa pendidikan mutlak dibutuhkan untuk menyejahterakan dan mencerdaskan masyarakat," sambungnya.
 
Selain itu, kata Rachmawati, publik juga layak meneladani nilai estetika Bung Karno, selain sebagai negarawan dan jagoan politik. Sebagai contoh, pada tahun 1930-an Bung Karno pernah membuat 11 karya untuk pertunjukan tonel (sejenis teater) saat dibuang di Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT).
 
Kendati demikian, Rachmawati mengaku menyayangkan belum adanya itikat baik dari pemerintah orde baru hingga SBY untuk mencabugt Tap MPRs Nomor 33 Tahun 1967 tentang pelarangan ajaran bung Karno.
 
"Satu sisi Bung Karno dinilai sebagai proklamator tapi disisi lain beliau terbelenggu oleh Tap MPRs No.33 itu. Dari jamannya Soeharto sampai terakhir era Mega sekalipun. Saya sudah meminta untuk pencabutan tap MPRs itu tapi enggak juga dicabut," tutupnya.

(Dede Suryana)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya