JAKARTA - Direktur Wahid Institute, Zanuba Arifah Chafsoh, mengutuk keras tayangan film ‘Innocence of Muslim’. Yenny Wahid, sapaan akrbanya, menilai film itu sangat melukai perasaan umat Islam di dunia.
"Kami mengutuk keras pembuat film ‘Innocence of Muslims’ yang materinya dapat berpotensi memicu ketegangan antarumat beragama, film itu sangat melukai umat muslim dan juga agama lainnya," kata Yenny di kantornya Jalan Taman Amir Hamzah, Matraman Jakarta, Selasa (18/9/2012).
Pihaknya juga mengecam aksi unjuk rasa di berbagi negara yang menimbulkan korban jiwa, termasuk duta besar Amerika Serikat untuk Libya, Christopher Stevens dan tiga orang stafnya.
"Kami juga mengutuk keras tindakan kelompok tertentu yang melakukan aksi-aksi kekerasan atas film tersebut karena menimbulkan korban jiwa termasuk duta besar Amerika Serikat," ujarnya.
Yenny pun mengimbau kepada umat Islam di Tanah Air untuk tidak terpancing melakukan aksi-aksi kekerasan yang justru memperburuk citra Islam yang rahmatan lil alamin.
"Kami berkeyakinan aksi-aksi protes adalah dengan jalan yang bermartabat, dan tokoh-tokoh agama untuk tidak terpancing dengan mengeluarkan pernyataan yang dapat memicu reaksi umat berlebihan, sebaliknya mengajak umat berpikir jernih dan dewas dalam menyampaikan ketidaksetujuan terhadap film tersebut," pungkasnya.
(Dede Suryana)