Bentrok Sumbawa Dipicu Provokasi Melalui Facebook

Bagus Santosa, Jurnalis
Selasa 29 Januari 2013 13:20 WIB
Boy Rafli
Share :

JAKARTA - Provokator kerusuhan di Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB) berhasil ditangkap jajaran Polda NTB. Pelaku diketahui bernama Dedi Rahmat. Dia ditangkap karena melakukan provokasi di situs jejaring sosial, Facebook.
 
Akibat provokasi ini, terjadi kerusuhan di Sumbawa Besar, NTB, pekan lalu. Dalam kerusuhan tersebut belasan rumah dan ruko di sebuah pasar dibakar massa.
 
Karo Penmas Div Humas Polri, Brigjen Pol Boy Rafli Amar mengatakan, Dedi diketahui mengunggah kalimat bernada provokatif dalam sebuah grup di Facebook yang beranggotakan 5.957 akun.
 
"Provokator NTB sudah ditangkap Polda NTB yang memprovokasi melalui sarana media yang diduga kuat melakukan Provokasi pada hari Selasa sehingga menjadi kerusuhan," kata Boy, di Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK), Jakarta, Selasa (29/1/2013).
 
Boy mengatakan, kepada tersangka dikenakan pasal 45 junto ayat 2 UU 2008 Informasi Transaksi Elektronik (ITE). Selain menangkap Dedi, polisi juga mengamankan 5 provokator lainnya. Yaitu, Arifin, Anugrah, Aris, Jufri dan Naan. Kelima orang ini merupakan bagian dari 33 orang yang sebelumnya dijadikan tersangka.
 
Kerusuhan di Sumbawa terjadi pada Selasa, 22 Januari lalu, yang dipicu kasus kecelakan tunggal yang menimpa anggota polisi, Brigadir Eka Gede Suwarjana dan kekasihnya, Arniati.
 
Sesaat sebelum kerusuhan tersebut terjadi, pada Sabtu, 19 Januari lalu, pasangan kekasih tersebut berboncengan sepeda motor. Nahas sepeda motor yang mereka tumpangi mengalami kecelakaan hingga menyebabkan Arniati meninggal dunia.
 
Dugaan kecelakaan itu disampaikan polisi setelah melakukan penyelidikan. Berdasarkan diagnosa dokter, korban meninggal akibat kecelakaan atau jatuh saat berkendara. 
 
Namun, keterangan polisi itu dibantah pihak keluarga korban. Mereka menduga Arniati tewas bukan akibat kecelakaan melainkan menjadi korban penganiayaan. Sebab, keluarga menemukan bekas luka di sekujur tubuh dan beberapa tulang patah. Selain itu, korban juga mengalami gegar otak. Kematian yang tak wajar itu yang akhirnya berbuntut pada perusakan rumah, ruko, dan tempat ibadah milik warga Bali.

(Muhammad Saifullah )

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya