JAKARTA - Politikus Partai Demokrat, Ruhut Sitompul, membantah jika pernyataan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang meminta PT Lapindo Brantas melunasi hutangnya bagian dari strategi politik jelang pemilu 2014.
"Itu tidak benar, karena beberapa tahun yang lalu Pak SBY sebagai Presiden RI pernah bertemu dengan Nirwan Bakrie dan Andi Darusalam dan Tim dari Lapindo di Istana Negara membicarakan Permasalahan ini," ujar Ruhut kepada Okezone, Jakarta, Senin (18/2/2013).
Namun, lanjut Ruhut, dari pertemuan itu tidak tuntas dalam menyelesaikan persoalan Lapindo, seperti yang dijanjikan oleh Nirwan Bakrie dan Andi Darussalam hingga saat ini. "Mengenai Lapindo, jadi tegas aku katakan ini tidak ada unsur politiknya," pungkasnya.
Sebelumnya, SBY meminta agar kawasan di Sidoarjo, Jawa Timur, dapat diperhatikan pada saat musim hujan seperti sekarang ini. Curah hujan yang tinggi dapat menyebabkan jebolnya tanggul di Sidoarjo yang berpotensi menggenangi desa disekitarnya.
"Saya ingatkan juga di kawasan luapan lumpur Sidoarjo, curah hujan yang tinggi juga bisa menggenangi. Saya mendapatkan laporan masih ada yang belum beres sehingga menggangu upaya kita untuk menahan jebolnya lumpur Sidoarjo," kata SBY saat rapat kabinet di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Kamis 14 Februari lalu.
Dalam kesempatan tersebut, SBY juga mengkritik tunggakan pembayaran PT Lapindo yang belum dibayarkan hingga saat ini sebesar Rp800 milliar.
Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie, selaku pemilik dari PT Lapindo Brantas juga menanggapi positif atas pernyataan SBY untuk meminta PT Lapindo Brantas menyelesaikan hutangnya.
(K. Yudha Wirakusuma)