Pengusaha Australia Ingin Kuasai Tambang Emas Banyuwangi

Dede Suryana, Jurnalis
Rabu 03 April 2013 17:43 WIB
Ilustrasi (Foto: Dok Okezone)
Share :

JAKARTA - Perusahaan Tambang asal Australia, Intrepid Mines Limited diduga ingin menguasai tambang emas Tujuh Bukit, Banyuwangi, dengan paksaan dan ancaman kekerasan.

Hal tersebut terungkap saat bocornya surat elektronik legal counsel Intrepid, Vanessa Chidrawi kepada Direktur Eksekutif Intrepid, Bradley Gordon, seperti diberitakan salah satu media Australia hari ini.

Dalam surat elektronik bertanggal 18 April 2008 tersebut, ditemukan fakta bahwa Vanessa, Gordon bersama Maya Ambarsari dan Reza Nazaruddin merancang skenario untuk memaksa agar pihak Paul Willis melepaskan saham pengelolaan tambang Tujuh Bukit, Banyuwangi.

Pihak Intrepid sendiri mengakui berupaya mengeluarkan Paul Willis secara sepihak dari kongsi bisnis mereka bersama di IMN. Keinginan penguasaan tambang sepihak yang ingin dilakukan Intrepid berbuah pada gertakan yangmelibatkan oknum aparat.

Dalam surat elektronik tersebut, Kepolisian Indonesia juga akan digunakan Intrepid untuk mempidanakan Paul Willis jika dia tak bersedia melepaskankepemilikannya di IMN.

Sementara itu kuasa hukum Paul Willis, Alexander Lay, belum mau berbicara banyak mengenai kliennya. Alex hanya mengatakan, kebenaran mengenai hal bocoran email itu akan dibuktikannya di pengadilan. “Akan ada pembuktiannya di persidangan,” kata Alex, Rabu (3/4/2013).

Pihak kepolisian diminta melihat kasus perdata ini secara lebih obyektif dan pro kepentingan nasional. Terlebih, keberadaan polisi yang memihak Intrepid akan membuat perusahaan asing kelihatan di atas angin sekaligus merugikan kepentingan usaha dalam negeri.

(Dede Suryana)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya