PEKANBARU - Saat ini pihak Rumah Sakit Bhayangkara Polda Riau terus berusaha memulihkan kondisi Randi yang tertembak peluru nyasar. Kondisi bocah berusia empat tahun itu hingga kini masih sangat syok.
"Korban peluru nyasar itu terlihat masih sangat trauma. Butuh penanganan yang serius," kata dokter yang menangani kasus ini, Ade Milda kepada Okezone di RS Bhayangkara, Pekanbaru, Senin (15/3/2013).
Ditanya mengenai kondisi terakhir Randi, Ade mengatakan bahwa korban mengalami luka tembak dibagian pundak kiri hingga menembus bagian depan.
"Dan pelurunya ternyata tembus, sehingga pelurunya tidak bersarang. Saat ini kordisi korban sudah mulai membaik," kata Ade yang juga dokter umum RS Bhayangkara itu.
Namun, untuk mengetahui keadaan korban secara keseluruhan, pihak RS Bhayangkara akan melakukan konsultasi dengan dokter anak.
"Setelah ada hasil koordinasi dan didapat hasil observasinya, baru kita akan melakukan tindakan lebih lanjut kepada pasien," katanya lagi.
Sementara itu di RS Bhayangkara Randi, korban peluru nyasar polisi hanya bisa menangis sepanjang hari. "Jangan diganggu dulunya, dia masih trauma kalau banya orang," pinta Nitra paman korban saat di rumah sakit.
Sementara itu, Polda Riau menyatakan akan menindak tegas pelaku peluru nyasar yakni Bripda F. "Selain itu, kita juga akan bertanggung jawab atas biaya pengobatan korban," tukasnya.
Randi sendiri tertembak saat berada di kebun karet bersama ayahnya di Desa Pinggir, Kecamatan Pinggir, Kabupaten Bengkalis, Riau. Saat itu pelaku Bripda F sedang mencari maling di lokasi itu. Namun tiba-tiba pelurunya nyasar dan mengenai korban.
(Rizka Diputra)