MEDAN - Rencana pemerintah pusat menaikkan harga bahan bakar minyak bersubsidi (BBM) mulai mendapat reaksi dari masyarakat. Di Medan, Sumatera Utara, ratusan buruh berunjuk rasa menolak wacana tersebut.
Massa berasumsi, apabila harga BBM bersubsidi benar dinaikkan, justru masyarakat kelas bawah semakin sengsara karena harga kebutuhan pokok otomatis naik. Selain itu, mereka juga terancam diberhentikan dari pekerjaan lantaran semakin bengkaknya biaya produksi.
"Kami meminta pemerintah untuk membatalkan rencana menaikkan harga BBM, karena kebijakan tersebut akan memberatkan masyarakat kelas bawah," kata Gimin, kordinator aksi di Kantor Wali Kota Medan, Jalan Maulana Lubis, Selasa, (23/4/2013).
Selain menyinggung kenaikan BBM, dalam orasinya, massa juga menuntut dihapuskannya sistem kerja kontrak (outsourcing). Mereka menilai, pemerintah mengabaikan kesejahteraan buruh apabila tetap menerapkan sistem tersebut.
Dalam aksinya, massa juga memblokir jalan di depan kantor wali kota. Akibatnya, beberapa jalan utama di Kota Medan, mengalami kemacetan panjang. Aksi massa itu mendapat pengawalan ketat dari aparat Kepolisian.
(Risna Nur Rahayu)