Ini Penyebab Tabrakan KM Bahuga Jaya Versi KNKT

Arief Setyadi , Jurnalis
Senin 29 April 2013 14:46 WIB
Ilustrasi (Foto: Dok. Okezone)
Share :

JAKARTA - Hasil investigasi Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menemukan adanya inkonsistensi dalam penerapan aturan pencegahan tubrukan oleh masing-masing kapal pada kecelakaan yang melibatkan KMP Bahuga Jaya dengan MV Norgas Cathinka di perairan Selat Sunda pada 26 September 2012 lalu.

Menurut Ketua KNKT, Tatang Kurniadi, saat MV Norgas Cathinka memasuki lintas penyebrangan Merak-Bakauheuni, kapal berhadapan dengan lima kapal ferry lain yang melintasi haluannya.

"Pada saat tiga kapal ferry yang bergerak ke arah timur menuju Merak melintasi haluannya, Norgas Cathinka diwajibkan untuk mempertahankan haluannya sampai dengan ferry yang terakhir yaitu KMP Caitlyn melewati haluannya," katanya saat jumpa pers di kantor KNKT, Jalan Merdeka Timur, Jakarta Pusat, Senin (29/4/2013).

Kapal MV Norgas Cathinka juga diharuskan untuk menghindari KMP Bahuga Jaya. Namun, dari analisiss data VDR, Caitlyn melintasi haluan Norgas Cathinka dengan jarak sekitar 1 NM, empat menit kemudian, Mualim Jaga Norgas Cathinka mulai merubah haluan kapal ke kanan. Tetapi, perubahan yang diambil MV Norgas Cathinka terlalu pelan dan tidak cukup memberikan kejelasan sikap olah gerak pada kapal-kapal lainnya.

"Kondisi itu sangat dimungkinkan telah menyebabkan Mualim KMP. Bahuga Jaya menjadi ragu-ragu, dan mengasumsikan bahwa MV Norgas Cathinka masih mempertahankan arah haluan dan kecepatannya," tukasnya.

Sehingga untuk menghindari tubrukan, Mualim Jaga KMP Bahuga Jaya mengambil tindakan merubah haluan kapal ke arah kiri. Meski, perubahan ke kiri tidak sesuai dengan peraturan pencegahan tubrukan laut atau COLREGs (Concention on then International Regulations for Preventing Collisionns at Sea). Namun, itu diperbolehkan jika dalam keadaan mendesak untuk menghindari kecelakaan.

Tapi, perubahan haluan itu diasumsikan oleh Mualim Jaga Norgas Cathinka, kalau Mualim Jaga KMP Bahuga Jaya tidak melanggar aturan COLREGs. Sehingga, tanpa diketahui, jika KMP Bahuga Jaya telah berbelok kekiri dan mengarah langsung ke Norgas Cathinka.

"KNKT juga mengidentifikasikan pola pengaturan lalu lintas yang diterapkan di lintas Merak-Bakauheni berpotensi untuk menyebabkan adanya penumpukan kapal ferry di satu titik, yang berpotensi meningkatkan terjadinya tubrukan antar kapal," jelasnya.

Terkait hal itu, KNKT merekomendasikan kepada pihak terkait untuk upaya pencegahan kecelakaan serupa agar diadakan pemisahan alur lintas penyeberangan bagi kapal-kapal ferry yang menuju ke Merak dan kapal yang menuju Bakauheni.

Kemudian, menentukan pola operasi kapal ferry secara tepat dengan mempertimbangkan kondisi kapal seperti aspek kecepatan untuk mencegah adanta penumpukan kapal satu lokasi.

"Untuk operator kapal ferry, KNKT merekomendasikan untuk meningkatkan kemampuan komunikasi navigasi dan pemahaman terhadap P2TL/COLREGS. Selain itu, bagi para perwira jaga agar lebih meningkatkan kewaspadaan terutama pada saat kapal akan melintasi ALKI," tegasnya.

Sementara untuk perusahaan Norgas Carrier, KNKT merekomendasikan untuk meningkatkan impelemntasi system manajemen keselamatan terutama perihal pengawakan anjungan, penerapan COLREGs dan prosedur pengawasan keliling.

Sekedar diketahui, kecelakaan tersebut telah menewaskan tujuh orang, dan sekira 206 orang selamat.

(Misbahol Munir)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya