Golkar Yakin Ical Berpeluang Besar di Pilpres

Misbahol Munir, Jurnalis
Senin 29 April 2013 09:16 WIB
Aburizal Bakrie (Foto: Dok. Okezone)
Share :

JAKARTA - Meski instansi TNI tercoreng akibat kasus penyerangan Lapas Cebongan, Sleman beberapa waktu lalu, justru calon presiden yang berlatang belakang militer yang tetap unggul dibanding capres lainnya.  
 
Itu terlihat dari hasil survei yang dirilis Lembaga Klimatologi Politik (LKP). Nama Capres Prabowo Subianto kembali mencuat dengan menempati elektabilitas tertinggi dari 1.225 responden sebanyak 19,8 persen, lalu Wiranto 15,4 persen, kemudian disusul oleh Aburizal Bakrie 14,4 persen, dan Megawati Soekarno Soekarnoputri
 
Meski demikian, Ketua Badan Kordinasi Pemenangan Pemilu DPP Partia Golkar, Rully Chairul Azwar mengatakan bahwa semua masih berluang besar untuk mendapat simpati rakyat pada Pemilu 2014 mendatang. Pasalnya, hasil survei tidak bisa dijadikan patokan sebagai alat ukur untuk memenangi Pilpres mendatang.
 
"Kita semua melakukan tracking, kondisi ini memang dinamis, survei hal biasa, kita masih optimistis, kita terus akan bekerja untuk mencari simpati rakyat," kata Rully saat berbincang dengan Okezone, Senin (29/4/2013).
 
Dia yakin dengan strategi yang dimiliki oleh partai untuk memenangkan Pemilu dan Pilpres 2014 mendatang masih terbuka lebar. Apalagi kata dia, konsep visi Golkar tentang Indonesia 2045 mendatang bisa dijadikan pijakan oleh rakyat bila Golkar bersungguh-sungguh untuk memperbaiki Indonesia.
 
"Soal survei itu biasa naik turun, kita juga melakukan survei dengan akurasi yang cukup tinggi pula. Tentu kita akan terus melakukan upaya, memberikan informasi-informasi dan visi Indonesia 2045 ke depan. Visi itu menunjukan bila Golkar dan Pak Ical berpikir tentang Indonesia kedepan, tidak hanya untuk pemilu yang akan datang," kata Anggota DPR itu.
 
Pihaknya juga menargetkan pemilik suara yang tengah bergelut dengan media sosial. Di mana, kata dia, 40 persen pengguna media sosial masih belum memberikan pemilihan terhadap pemimpin Indonesia 2014 nanti.
 
"Dukungan terhadap publik terus digalakan, sementara media sosial menjadikan masyarakat semakin kritis, karena penggunan media sosial yang belum memberikan jawaban masih sekitar 40 persen," pungkasnya.

(Misbahol Munir)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya