JAKARTA - Hasil survei berdasarkan opinion leader yang dilakukan oleh Pol Tracking Institute, menyebutkan ada 10 figur dari daerah yang berpotensial maju sebagai calon presiden di 2014 mendatang. 10 figur itu bisa menjadi calon presiden alternatif disaat tokoh lama kembali bermunculan.
Pakar Hukum Tata Negara Irman Putra Sidin mengatakan munculnya 10 nama itu menunjukan bahwa politik di daerah tidak tidur. "Artinya tokoh-tokoh dari daerah juga banyak dan politik di daerah tidak tidur," ujar Irman di Morrissey Hotel, Jakarta, Minggu (5/5/2013).
Irman menilai selama ini partai politik cenderung menyembunyikan kader potensialnya dari hadapan publik. Mereka cenderung tidak memunculkan kader-kader di daerahnya dan lebih menonjolkan elite-elite parpolnya.
"Partai politik sengaja menyembunyikan kader potensialnya. Mereka menutupi itu karena keinginan petinggi yang mau maju. Ternyata di daerah bahkan sampai ditingkat kabupaten banyak yang berkualitas," kata Irman.
Seharusnya, lanjut Irman, partai politik tidak perlu khawatir membuka kader-kader daerahnya yang berpotensi.
"Parpol terbuka memberikan ruang kepada kader lainnya. Kalau dibuka secara terbuka, maka tidak perlu ada lagi calon presiden perorangan muncul, karena ternyata banyak sekali tokoh yang berpotensi," paparnya.
Sebelumnya, Pol Tracking Institute menyebutkan ada 10 figur dari daerah yang berpotensial maju sebagai calon presiden di 2014. Ke-10 figur itu yaitu Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo 82,54 persen, Walikota Surabaya Tri Rismaharini (76,33), mantan Gubernur Gorontalo Fadel Muhammad (70,38), Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo (70,31), Bupati Kutai Timur Isran Noor (70,14), mantan Gubernur Sumatera Barat Gamawan Fauzi (70,01), Gubernur Kalimantan Tengah Agustin Teras Narang (69,93), Walikota Yogyakarta Herry Zudianto (69,78), Gubernur Sulawesi Utara Sinyo Harry Sarundajang (68,39) dan mantan Walikota Blitar Djarot Syaiful (68,38).
(Lamtiur Kristin Natalia Malau)