LAMPUNG UTARA - Sembilan buruh warga Kabupaten Lampung Utara, Lampung, yang disiksa mandor dan pemilik pabrik di Kabupaten Tengarang, Banten, terpaksa menjalani perawatan di rumah sakit.
Mereka dirawat di RS H Yusuf sejak Minggu, 5 Mei 2013 malam, setelah tiba di kampung halaman di Desa Blambanganpagar, Lampung Utara, pagi kemarin. Mayoritas korban mengalami luka memar. Sebagian mereka juga mengalami luka terbuka di kulit karena terkena air keras.
Inisiatif untuk membawa para buruh itu datang dari polisi dan pamong desa setempat. Selain mengeluh sakit di tulang, luka terbuka atau koreng di tubuh para korban tampak sangat mengkhawatirkan. Luka koreng itu akibat siraman air keras.
Andi, dokter RS H Yusuf yang menangani para korban, Senin (6/5/2013), menjelaskan, tujuh korban mengeluh linu di sejumlah bagian tubuh, dua lainnya mengalami luka terbuka cukup lebar di tangan dan kaki.
Selain itu, para korban juga mengalami diare akibat kualitas air di pabrik pembuatan kuali itu buruk.
Seperti diketahui, lebih dari 30 buruh pabrik kuali mengalami penyiksaan fisik, disiram air keras dan dipukuli oleh mandor dan pemilik pabrik. Gaji mereka juga tidak dibayar.
Sembilan buruh berasal dari Lampung Utara, 22 dari Cianjur, dan satu dari Bandung.
Kasus ini terbongkar setelah beberapa buruh melarikan diri dan menceritakan apa yang mereka alami ke masyarakat dan polisi.
(Dian AF)