Lembaga Survei Jangan Hanya Fokus ke Capres

K. Yudha Wirakusuma, Jurnalis
Selasa 07 Mei 2013 02:23 WIB
Ilustrasi (Foto: Dok. Okezone)
Share :

JAKARTA - Direktur Indonesian Constitutional Watch (Icon Watch) Razman Arif Nasution berharap agar lembaga survei, jangan hanya fokus mensurvei presiden tapi juga caleg sehingga rakyat juga tau siapa caleg yang sesuai harapan rakyat .  
 
"Misalnya sejauh mana faktor figur Caleg secara personal dibanding partainya untuk tingkat keterpilihan ditahun 2014. Di luar itu Lembaga Survei juga harus bisa mensurvey sejauh mn pengaruh uang dalam Pemilu Legislatif dan sperti apa sebenarnya Caleg idaman rakyat. Jadi jangan hanya Presiden yang disurvei karena rakyat akan langsung menduga bahwa ini akan sarat dengan muatan politiknya dan termasuk pesan sponsor," kata Razman, dalam pesan elektroniknya, Senin (6/5/2013).
 
Saya menghimbau marilah kita sesama anak bangsa memperbaiki Indonesia dengan nurani dan kebersamaan dan harus berani menyuarakan kebenaran meski berhadapan dengan kekuasaan sekalipun.
 
"Saya tidak mau lagi parlement Indonesia 2014 sebagai Parlemen Artistik dan juga kita tidak mau lagi Presiden yang ragu dan penakut," tegasnya.
 
Dia menambahkan maraknya lembaga survei belakangan ini, patut diwaspadai. Seperti yang survei yang dilansir LSN belum lama ini, soal tokoh partai yang pantas menjadi calon presiden (capres), berdasarkan hasil survei yang dirilis Lembaga Survei Nasional (LSN).
 
"Saya harus katakan bahwa LSN tidak menjabarkan secara gamblang parameter apa yang mereka lakukan untuk menentukan tingkat keterpilihan seseorang, disisi lain jumlah responden juga tidak dijelaskan dan dari kalangan mana," ujarnya.
 
LSN seharusnya memikirkan implikasi dari publish yang mereka lakukan. "Aneh jika tiba-tiba Ical jadi nomor satu, sementara Kader Golkar selalu kalah di Pilkada, begitu juga dengan partai PDIP justru beberapa Pilkada juga kalah," paparnya.
 
Meski hubungan langsung, lanjutnya, antara pilkada dengan figur Ketua umum dan atau Partai bukan faktor penentu elektabilitas seseorang, tapi hal itu tidak dapat dipisahkan karena saling terintegrasi.
 
"Saya mengharapkan LSN kedepan jangan mudah mempublish sesuatu karena bisa dianggap melakukan pembhongan publik. Meski niatnya baik tapi implikasinya bagi rakyat kurang baik, maka seharusnya berhati-hati, karena antar kader bisa terjadi gesekan dan itu tidak sehat," terangnya.

(Misbahol Munir)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya