JAKARTA - Ketua Umum Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) Sutiyoso tercatat sebagai salah satu calon presiden (capres) ideal berdasarkan kajian kualitatif yang dilakukan oleh Lembaga Pemilih Indonesia (LPI).
Namun tampaknya mantan Gubernur DKI Jakarta itu enggan jemawa. Yang terpenting baginya saat ini adalah bekerja keras untuk berupaya memperoleh suara maksimal dalam Pemilu agar partainya lolos dari ambang batas parlemen (Parliamentary Threshold).
"Saya belum memikirkan (capres). Saya fokus meloloskan Parliamentary Threshold PKPI saja dulu," kata Sutiyoso di Galery Cafe, Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, Jakarta, Kamis (9/5/2013).
Meskipun demikian, dengan pengalaman dua periode memimpin DKI Jakarta, pria yang lebih akrab disapa Bang Yos itu mengakui bahwa dirinya memang berniat menjadi capres.
"Kalau peluang itu ada, baik dari parpol lain seperti nantinya harus koalisi, ataupun dukungan masyarakat menguat, ya mengapa tidak. Dengan modal pengalaman selama ini saya memiliki kepercayaan diri," pungkasnya.
Lembaga Pemilih Indonesia (LPI) melakukan sebuah kajian kualitatif terkait calon presiden (capres) dengan tema "Hitam Putih Capres 2014: Siapa Pantas, Siapa Tidak".
Dalam riset tersebut sosok yang dianggap ideal sebagai capres adalah Menteri Perekonomian dan Industri pada era Presiden Abdurahman Wahid (Gus Dur), Rizal Ramli, mantan Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso, serta mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD.
Ketiga orang tersebut mendapat penilaian 1,0. Sementara Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan Megawati Soekarnoputri mendapat penilaian 0,94, Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra (0,88), Ketua DPD RI Irman Guzman (0,88), Ketua DPR Marzuki Alie (0,88).
Ketua Umum Partai Hanura Wiranto mendapat penilaian 0,75, Menteri Perdagangan Gita Wiryawan (0,75), serta yang paling jauh dari sosok presiden ideal adalah mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani (0,44), dan Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie (0,31).
(Lamtiur Kristin Natalia Malau)