JAKARTA - Sikap Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang terus menentang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) karena akan menyita enam unit mobil mewah milik Luthfi Hasan Ishaaq, bisa berakibat blunder. Hal ini dinilai akan berpengaruh kepada citra PKS di mata masyarakat.
Ketua Indonesia Fight Corruption (IFC), Intan Sari Geni, mengatakan sebaiknya PKS tidak memainkan isu bahwa KPK tidak memenuhi prosedur saat ingin melakukan penyitaan mobil mewah Luthfi yang masih terparkir di Markas PKS, Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan.
"PKS tidak perlu memainkan isu agar masyarakat bisa percaya dengan PKS. Masyarakat sekarang tidak bodoh. Semakin mereka menentang KPK, maka semakin bertambah kebencian dari masyarakat," tegasnya saat berbicang dengan Okezone, Minggu (12/5/2013).
Intan menambahkan, masyarakat kini mendukung KPK bekerja lebih maksimal dalam mengusut tuntas kasus suap impor daging sapi di Kementrian Pertanian.
"Kita dukung KPK dan jangan gentar sedikit pun untuk menghadapi permainan isu dari PKS. Asalkan KPK bisa mengusut tuntas kasus ini, maka kepercayaan masyarakat semakin tinggi," tutupnya.
Sebelumnya diberitakan, penyitaan mobil -mobil mewah yang diduga milik mantan Presiden PKS, Luthfi Hasan Ishaaq, oleh KPK ke Markas PKS mendapat penolakan dari sekuriti yang ada di sana. Juru Bicara PKS Mardani Ali Sera mengatakan, penolakan yang dilakukan sekuriti PKS, karena para penyidik KPK tidak sesuai prosedur saat hendak menyita mobil-mobil tersebut.
Para penyidik KPK pun dianggap memaksa melakukan penyitaan dengan meminta paksa kunci mobil kepada para sekuriti yang berjaga sambil berteriak-teriak. Seperti diketahui, mobil-mobil yang akan disita KPK, anatara lain VW Caravelle bernomor polisi B 948 RFS, Mazda CX 9 bernopol B 2 RFS, Toyota Fortuner bernopol B 544 RFS, Nissan Navara, dan Mitsubishi Pajero Sport.
(TB Ardi Januar)