Ruhut Nilai Fahri Bak Burung Cucak Rowo

Tegar Arief Fadly, Jurnalis
Senin 13 Mei 2013 12:44 WIB
Share :

JAKARTA- Kader Partai Demokrat mulai berang dengan pernyataan Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Fahri Hamzah. Politikus Demokrat, Ruhut Sitompul mengibaratkan Fahri bak burung Cucak Rowo.

"Siapa yang bukan Sarjana Hukum (SH) tidak boleh ngomong hukum. Fahri kan Sarjana Eknomomi bukan SH. Karena ributlah jadi kayak Burung Cucak Rowo," kata Ruhut di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (13/5/2013).

Menurut pria yang sering disapa Poltak itu, PKS harus memberikan sanksi peringatan kepada Fahri atas pernyataanya. "Kok Fahri enggak dikasih sanksi sama PKS. Janganlah maling teriak maling kebakaran jenggot," sindirnya.

Namun di sisi lain Ruhut mampu memahami kondisi emosi Fahri. Menurutnya, Fahri dan PKS masih belum bisa menghadapi kasus korupsi yang melibatkan mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq, sehingga setiap argumen yang dikeluarkan terkesan sangat emosional.

"PKS reaktif beda dengan Demokrat. Kami diajarkan dengan Pak SBY sebelum menunjuk. PKS harus mencontoh dan meneladani Demokrat. PKS harus meneladani SBY," tutup anggota Komisi III DPR ini.

Sebelumnya, Wakil Sekretaris Jenderal Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Fahri Hamzah menuding Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak berani memeriksa Sekjen Partai Demokrat, Edhie Baskoro Yudhoyono.

Padahal, menurut Fahri, nama pria yang akrab disapa Ibas itu beberapa kali disebut menerima aliran dana yang diduga hasil korupsi dari Grup Permai, perusahaan milik tersangka kasus Wisma Atlet yang juga mantan Bendahara Umum Demokrat, Muhammad Nazaruddin.

"Padahal Ibas disebut Yulianis, disebut dalam persidangan, ada nama dia (Ibas) sebagai daftar penerima, kan enggak dipanggil," kata Fahri.

(Tri Kurniawan)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya