JAKARTA - Banyak pihak yang menduga kelompok geng motor pimpinan Klewang di Pekanbaru, Riau, mendapat bekingan dari pihak aparat keamanan. Dugaan ini muncul lantaran pihak aparat terkesan lamban dalam mengusut aksi geng motor tersebut.
"Kalau kita lihat munculnya geng motor di kota-kota besar itu memang ada keterlibatan oknum-oknum aparat Kepolisian. Karena dibalik geng motor itu ada bisnis yang lumayan besar," kata Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane kepada Okezone di Jakarta, Kamis (16/5/2013) malam.
Menurut Neta, kelompok geng motor selalu mengelola bisnis balap liar. Dari balap liar inilah kemudian geng motor tersebut meminta pengamanan dari aparat Kepolisian dengan menyetorkan beberapa persen hasil taruhan balapan tersebut.
"Kalau ada taruhan mereka memberikan sekian persen kepada Kepolisian agar trek-trekan itu aman. Dalam aksi-aksi geng motor itu selalu ada setoran. Setiap trek-trekan itu ada polisi ada tapi tidak melakukan penindakan," ungkapnya.
Oleh sebab itu, Neta berharap agar pihak aparat Kepolsian dimana pun mampu membasmi kemunculan geng motor yang terbukti meresahkan masyarakat atau sering membuat kekacauan.
"Kita berharap polisi secara umum atau Kapolresta Pekanbaru segera membersihkan geng motor," tandasnya.
(Rizka Diputra)