JAKARTA- Tersangka kasus suap impor daging sapi, Achmad Fathanah mengaku memberikan sumbangan dana untuk kampanye Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Bahkan, Achmad Fathanah bersama mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq diduga telah menargetkan dana kampanye Rp 2 triliun untuk pemilu 2014 mendatang.
Menanggapi hal itu, Wakil Sekjen DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Fahri Hamzah membantah kabar tersebut. Menurut dia, selama ini partainya sangat ketat dalam menerapkan fundraising untuk pendanaan partai.
"Masalahnya dia bukan kader dan mengaku makelar, itu sudah selesai, dengan posisi seperti itu, ini kan elemen luar yang tidak ada hubunganya dengan partai setahu saya, fundraising (Penggalangan dana) partai diatur sangat ketat," kata Fahri di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (20/5/2013).
Selama ini kata dia, pendanaan partai merupakan sumbangan dari masing-masing kader partai. "Itulah 15 tahun tidak ada sandungan korupsi, fundraising itu diatur dalam prinsip kantong kami dana kami, 15 tahun berjalan dengan baik, ada aturan internal kami, berbisnis tidak boleh atas nama partai," imbuhnya.
Bagi dia, bukti adanya percakapan Luthfi dan Fathanah terkait kuota impor daging merupakan urusan urusan pribadi mereka masing-masing. "Urusan pribadi Luthfi dan Fathanah dijelaskan melalui mekanisme proses hukum, tapi menarik ke partai tidak layak. Kalau tidak ada pak lutfi tidak ada PKS, itu kan urusan pribadi Lutfi dan Fathanah harus diclearkan," jelas dia.
(Stefanus Yugo Hindarto)