JAKARTA - Mengenang 15 tahun Reformasi, Menko Perekonomian RI, Hatta Rajasa meraih penghargaan berupa Reformasi Award dari Jaringan Aktivis Pro Demokrasi (Prodem).
Hatta yang merupakan salah satu pelaku reformasi yang mengambil jalan konsisten untuk berada di luar jalur pemerintahan di Era Soeharto pada 1998 silam dianggap pantas meraih penghargaan tersebut.
"Kalau lihat track record-nya kan dia tahun 78 menentang pencalonan Soeharto menjadi presiden, tetapi dia tidak ditahan dan dia konsisten di era Soeharto," kata Sekjen Prodem Andrianto, usai memberikan penghargaan kepada Hatta di Balai Sudirman, Jakarta Pusat, Selasa (21/5/2013) malam.
Selain itu, lanjut Andrianto, pada tahun 1998 lalu, Hatta juga merupakan tokoh yang mendorong supaya eskalasi reformasi itu menjadi cepat dan terjadi.
"Yang ketiga beliau merupakan penggiat reformasi 98 yang masih dalam pemerintahan jadi ditangan beliau sebetulnya cita-cita reformasi bisa berjaalan," jelasnya.
Harapannya, dengan diberikan penghargaan ini, Hatta bisa melanjutkan perjuangan reformasi yang terhenti dan kurang sempurna.
Selain Hatta, Prodem juga menyematkan penghargaan kepada beberapa tokoh lain reformasi lainnya, yakni mantan aktivis 98 almarhum Nuku Sulaiman, yang juga merupakan aktivis reformasi pendiri Prodem. Dia juga pernah dipenjara di era Soeharto. Penghargaan serupa pun diberikan kepada korban Tragedi Trisaksi, yang diwakili oleh Ibunda korban Elang Mulya Lesmana.
(Rizka Diputra)