Tujuan Reformasi Masih Jauh Panggang dari Api

Arief Setyadi , Jurnalis
Selasa 21 Mei 2013 09:11 WIB
ilustrasi (okezone)
Share :

JAKARTA - Tujuan dari sebuah reformasi hingga kini belum bisa terwujud secara optimal. Meski sudah 15 tahun perubahan itu digulirkan sejak Mei 1998 silam.
 
Hal itu diungkapkan oleh salah seorang pejuang reformasi atau biasa disebut aktifis 98, Mixil Mina Munir. Menurut dia, beberapa hal yang masih sangat nyata dan mudah terlihat, seperti soal kesejahteraan masyarakat yang sebelumnya dicita-citakan dalam perjuangan reformasi masih jauh panggang dari api.
 
"Kalau mengukurnya soal mencukupi kebutuhan hidup itu masih manusiawi bisa tercukupi. Masalahnya apakah yang mencukupi itu memenuhi standar," katanya saat berbincang dengan Okezone, Selasa (21/5/2013).
 
Selain itu, persoalan pendidikan juga belum terlaksana, seperti membebaskan biaya pendidikan bagi anak bangsa, dan krisis kepercayaan publik terhadap penyelenggara negara. "Ini juga masih sangat jauh. Negara harunya bisa lebih terbuka sehingga dengan sendirinya masyarakat akan percaya pada penyelenggara negara, " tukasnya.
 
Terlepas dari itu, dia tetap mengamini bila ada beberapa hal yang membuahkan hasil dari perjuangan reformasi. Diantaranya, penyelenggaraan PON bisa dilakukan diberbagai daerah dan tidak hanya di Jakarta saja, adanya kebebasan pers, kebebasan berserikat, kemudian sistem politik menjadi multi partai.
 
Dengan adanya kebebasan tersebut, tentu dalam melakukan pemantauan terhadap perilaku penyelenggara negara bisa diawasi secara ketat dan terbuka.
 
Dia mengaku merasa prihatin dengan masuknya demokrasi liberal karena menjadikan rakyat sebagai modal kapitalisme. Sehingga, kebebasan itu menjadi disalahgunakan.
 
"ini karena kesalahan dalam menyusun amandemen UUD 45. Nah kalau ini diteruskan yang terjadi negara akan dikuasai oleh para pengusaha dan disertakan oleh pemegang modal. Bukan hanya itu, terkait pemilihan anggota legislatif dan kepala daerah, ini juga jadi titik tolak dari kegagalan amandemen UU 45, " tuturnya.
 
Untuk itu, pihaknya memiliki harapan agar perjuangan reformasi dapat diteruskan hingga akhirnya mencapai tujuan yang sebenarnya.
 
Seperti diketahui, perjuangan untuk menuju reformasi sangatlah tidak mudah, ketika rezim orde baru dibawah kepemimpinan Presiden Soeharto, ratusan ribu aktifis dari berbagai elemen mahasiswa dan lainnya rela mengorbankan nyawa demi sebuah perubahan untuk bangsa ini ke arah lebih baik.

(Catur Nugroho Saputra)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya