JAKARTA- Wakapolri Komjen Pol Nanan Soekarna mengungkapkan keinginannya untuk mencalonkan diri sebagai calon presiden (capres) pada Pemilu 2014 mendatang.
Bagi dia, di negara yang demokratis seperti Indonesia semua orang berhak mencalonkan diri sebagai Capres, termasuk mantan pejabat teras Polri.
Namun, saat ditanya tentang keseriusannya untuk maju sebagai Capres, Nanan mengatakan sangat sulit baginya untuk mewujudkan hasratnya. Pasalnya, dirinya tidak memiliki modal dan bukan anggota partai.
Cita-cita ingin nyapres, kata dia, sangat besar. Tapi dia benar-benar akan ingin maju apabila tidak harus punya modal dan melalui partai.
"Tadi kan dibilang, kalau enggak ada modal uang banyak dan melalui partai tidak bisa maju. Saya ingin maju Capres tanpa uang dan melalui parpol," kata Nanan usai acara diskusi renungan 15 Tahun Reformasi di Indonesia yang bertemakan Reformasi dan Pembangunan di Indonesia, di Hotel Le Meredien, Jakarta, Selasa (21/5/2013).
Nanan tetap malu-malu saat ditanya apabila nantinya ada partai yang meminang dirinya untuk dicalonkan. Bahkan, Nanan, hanya tersenyum saat ditanya apakah dirinya akan tertarik untuk ikut konvensi yang akan digelar Partai Demokrat.
Nanan hanya memastikan ingin maju tanpa modal dana dan parpol. "Saya hanya ingin jadi capres tanpa dana dan parpol," katanya.
Mantan Irwasum Polri ini mengatakan sebagai warga Jawa Barat yang berpenduduk 50 juta lebih, dia yakin akan ada orang yang mendukungnya untuk menjadi capres. "Yang enggak kenal saya, saya orang Jawa Barat, masyarakat Jabar 50 juta orang. masa masyarakat enggak ada yang dukung saya," tegas dia.
Dijelaskannya, hal terpenting menjadi capres harus diniatkan untuk menyengsarakan diri sendiri bukan untuk bersenang-senang.
Bahkan, dia berjanji jika masuk dalam bursa capres dirinya akan menyengsarakan hidupnya sendiri untuk mengabdi sepenuhnya kepada bangsa. "Niatnya jadi presiden itu menyengsarakan diri. Saya pun begitu. Saya mau menyengsarakan diri," tutup dia.
(Stefanus Yugo Hindarto)