MAKASSAR - Sulaeman merupakan salah satu korban tewas dalam musibah runtuhnya terowongan Big Gossan, PT Freeport Indonesia (PTFI) pada Selasa, 14 Mei 2013. Jasad Suleman baru ditemukan dini hari tadi.
Karim, kakak kandung Sulaeman, Selasa (21/5/2013), mengatakan, adiknya sudah 15 tahun berkerja di PTFI sebagai instruktur keselamatan kerja.
Selama bekerja di Freeport, kata Karim, Suleman tidak pernah menghadapi masalah berarti. Pada musibah ini, keluarga juga tidak mendapat firasat apa pun.
Karena itu, kabar bahwa Sulaeman merupakan satu dari sekira 40 pekerja Freeport yang terkubur di reruntuhan terowongan, sangat mengejutkan keluarga. Saat itu Suleman sedang mengikuti pelatihan keselamatan kerja di sala hsatu ruangan di terowongan Big Gossan.
Suleman merupakan anak kelima dari delapan bersaudara. Dia meninggalkan seorang istri dan satu anak yang masih duduk di bangku kelas II SD.
Rencananya, jenazah Sulaeman akan tiba di Makassar, Sulawesi Selatan. Para kerabat dan tetangga almarhum terus berdatangan di rumah duka di Jalan Tanggul Patompo, Perumahan Pesona, Makassar.
Setibanya di Makassar, jenazah akan dibawa ke Kabupaten Gowa untuk dimakamkan di sana.
(Dian AF)