DENPASAR - Di tengah rekapitulasi penghitungan suara Pemilihan Gubernur Bali, muncul dugaan kecurangan sebelum dan selama pemungutan suara. Data dilansir sebuah LSM, Bali Integritas, mengungkap, ada upaya mempermainkan suara sah para pemilih.
“Kami menerima banyak aduan dari tim pasangan Puspayoga dan Sukrawan (PAS) adanya permainan penguasa atas suara sah masyarakat Bali,“ tegas Ketua Bali Integritas, Nyoman Mardika, dalam keterangan resminya, Selasa (21/5/2013).
Bentuk kecurangan yang dilaporkan adalah dugaan penggelembungan suara di Bungkulan, Kabupaten Buleleng. "Kami juga terima aduan adanya money politics dan intimidasi menjelang dan saat pemungutan suara,“ bebernya.
Beberapa dugaan kecurangan pilgub terjadi di Desa Serangan, Denpasar; Banjar Payangan Tengah, Kabupaten Tabanan; dan Penebel, Tabanan.
Kubu PAS menantang dilakukannya penghitungan ulang di beberapa TPS di Kabupaten Tabanan. Sedangkan di Bebandem, kata Mardika, diketahui ada surat suara tidak dibagikan.
Bali Integritas mengingatkan kepada masyarakat Bali agar tidak lengah dan terkecoh dengan permainan politik dan kecurangan. Karenanya ditengarai dalam proses Pilgub Bali banyak sekali praktik makelar dan negosiasi antara penguasa pusat dan pemodal besar yang akan mencaplok Bali menjadi Pulau Dewata yang tak berdaulat lagi.
Untuk itu, pihaknya menuntut Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Bali sebagai lembaga penyelenggara Pemilu yang sah, menghitung ulang suara sebagai apresiasi terhadap partisipasi masyarakat Bali.
Hingga kini belum diperoleh konfirmasi dari pihak KPU dan Panwaslu Bali. Para petinggi KPU dan Panwaslu Bali masih berada di lapangan memantau rapat pleno rekapitulasi penghitungan suara di tingkat kabupaten.
(Risna Nur Rahayu)